Setelah 100 Tahun, Koleksi Batik Raja Thailand Dipamerkan

Duta Besar Indonesia Untuk Thailand, Ahmad Rusdi (ketiga dari kanan) di Bangkok (Foto: kemlu.go.id)

Jejak sejarah hubungan erat Indonesia dan Thailand, terpatri jelas dalam artefak berupa 307 potong kain batik dalam berbagai corak yang berasal dari akhir abad ke-19. Kain Batik tersebut dipamerkan di Museum Tekstil Queen Sirikit, Istana Raja Thailand (Grand Palace), Bangkok. Pameran tersebut bertema “A Royal Treasure: Javanese Batik from the Collection of King Chulalongkorn of Siam“. Kain batik yang dipamerkan adalah koleksi Raja Thailand ke-5, Chulalongkorn (Rama V). Pada masa kekuasaannya, Raja Chulalongkorn mengunjungi Pulau Jawa sebanyak tiga kali, yakni tahun 1871, 1896, dan 1901.

Sejak kunjungannya yang pertama, Raja Chulalongkorn menampakkan ketertarikan yang besar terhadap seni batik. Sehingga, pada kunjungannya yang kedua dan ketiga, Sang Raja mulai mengoleksi kain batik dari berbagai sentra produksi batik di Pulau Jawa. Setelah Raja Chulalongkorn wafat pada 1910, koleksi batik tersebut disimpan di Grand Palace, dan tidak pernah diperlihatkan ke publik selama lebih dari 100 tahun.  Dengan demikian, pameran saat ini merupakan pameran pertama batik koleksi Raja Chulalongkorn.

Duta Besar Indonesia untuk Thailand Ahmad Rusdi mengikuti Grand Opening pameran batik tersebut pada 31 Oktober lalu. Pameran ini dibuka untuk umum hingga 1 November kemarin. Acara ini dibuka Putri Mahachakri Sirindhorn dan dihadiri oleh para petinggi kerajaan dan pejabat Thailand, para pakar seni dan kolektor tekstil tradisional Nusantara yang berasal dari Indonesia, Thailand serta para pencinta Batik.

Grand Opening membawa hadirin ke suasana keluhuran dan kearifan budaya Jawa, serta hubungan erat antara Kerajaan Thailand dan Kerajaan Jawa. Hal itu ditandai dengan kehadiran Gusti Kanjeng Ratu Hemas dan Gusti Kanjeng Bandoro Raden Ayu Adipati Paku Alam dari Keraton Yogyakarta, sebagai tamu kehormatan. Terlebih, dalam kesempatan tersebut, ditampilkan pula permainan gamelan oleh guru dan siswa-siswi sekolah Indonesia, Bangkok, staf KBRI, serta kegiatan membatik oleh pembatik dari Kesultanan Yogyakarta, juga hidangan makanan dan minuman khas Indonesia. Seperti sate ayam, lemper, otak-otak, lapis legit dan wedang jahe yang disajikan oleh KBRI Bangkok.

Ketertarikan dan minat yang tinggi terhadap batik dan budaya Indonesia tampak pada Putri Sirindhorn. “Pameran Batik koleksi Raja Chulalongkorn yang diselenggarakan di salah satu obyek wisata penting Thailand ini, merupakan hal yang sangat strategis bagi peningkatan pemahaman terhadap seni dan budaya Indonesia. Serta promosi pariwisata kepada masyarakat Thailand dan global. Karena Thailand merupakan negara dengan kunjungan wisatawan tertinggi di ASEAN,” papar Duta Besar Ahmad Rusdi dalam kesempatan bincang-bincang dengan awak media. “Kami bangga bisa menunjukkan keterkaitan hubungan historis kedua negara lewat pameran ini,” imbuhnya. [DAY]

RM Video