Negeri Kangguru Parno

Australia Larang Pejabatnya Naik Lion Air

(Photo: Flickr Creative Commons)

Rakyat-Merdeka.co.id - Di saat dunia mengucapkan belasungkawa atas kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 jurusan Jakarta-Pangkalpinang, Australia beda sendiri. Negeri Kangguru itu parno. Kemarin, situs resmi Aussie membuat pernyataan, melarang pejabatnya terbang bersama Lion Air. Seperti dilansir media Inggris, The Guardian, instruksi resmi itu disampaikan melalui Smartraveller, sebuah layanan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT). 

Instruksi itu juga berlaku untuk seluruh kontraktor pemerintah Australia di Indonesia. “Menindaklanjuti kecelakaan fatal pesawat Lion Air pada 29 Oktober 2018, para pejabat dan kontraktor pemerintah Australia telah diinstruksikan tidak terbang dengan Lion Air,” demikian bunyi instruksi yang juga dimuat dalam situs resmi DFAT, kemarin. Pemerintah Australia menyatakan larangan tersebut berlaku hingga hasil penyelidikan penyebab kecelakaan diketahui. "Keputusan ini akan dikaji kembali, begitu temuan atas penyelidikan kecelakaan lebih jelas," jelas instruksi tersebut.

Jatuhnya Lion Air JT 610 mendapat perhatian dunia. Selain media lokal, media internasional tak ketinggalan memberitakan situasi seputar kondisi pesawat dan ratusan penumpangnya. Media Amerika Serikat (AS), CNN memasang judul "Kecelakaan Lion Air: Reruntuhan Pesawat Ditemukan Dekat Perairan Jakarta." Sedangkan media Inggris Independent dan Daily Mail kompak menulis judul utama "Kecelakaan Lion Air: Jet Pernah Diperbaiki Sebelum Diterbangkan. Tak ketinggalan, media Jerman Deutche Welle menulis "Indonesia: Penerbangan JT610 Tidak Lama Setelah Take Off."

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengungkapkan rasa belasungkawa melalui jejaring Twitter miliknya, @chedetofficial. “Saya sedih dan terkejut menerima berita pesawat Lion Air JT610 yang terhempas di perairan Karawang pagi tadi. Saya ingin mengucapkan takziah kepada ahli keluarga mangsa yang terlibat dalam tragedi ini,” cuit Mahathir.

Seperti dilansir CNN, Kementerian Luar Negeri Malaysia telah berkoordinasi dengan otoritas Indonesia untuk mengetahui perkembangan terbaru terkait penanganan insiden tersebut. "Sejauh ini, tidak ada warga Malaysia yang menjadi korban dalam kejadian ini. Kedutaan Malaysia di Jakarta akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat, memantau perkembangan insiden ini," demikian pernyataan Kemenlu Malaysia.

Presiden Rusia Vladimir Putin juga melayangkan pesan dukanya ke Presiden Jokowi. "Rakyat Rusia ikut merasakan kesedihan keluarga para penumpang yang kehilangan keluarganya. Kami berharap, keluarga penumpang diberikan keteguhan hati," tulis Putin kepada Presiden Jokowi. Kedutaan Besar India untuk Indonesia turut menyampaikan ucapan belasungkawa terkait kecelakaan itu. Mereka juga menyatakan salah satu warga negaranya yang merupakan pilot pesawat itu, Bhavye Suneja, turut menjadi korban.

 “Our deepest condolences on the tragic loss of lives in the Lion Air Plane crash, off the coast of Jakarta today. Most unfortunate that Indian Pilot Bhavye Suneja who was flying JT610 also lost his life...Embassy is in touch with Crisis Center and coordinating for all assistance,” cuit @IndianEmbJkt.
Dubes Denmark untuk Indonesia Rasmus Kristensen menulis ucapan belasungkawa di akun Twitternya. "Sangat terkejut dan sedih membaca kabar kecelakaan Lion Air JT 610 pagi ini. Saya doakan keluarga diberi kekuatan," cuitnya.

Kemenlu Singapura menawarkan bantuan kepada Indonesia. "Pemerintah Singapura sedih mendengar kabar kecelakaan Lion Air JT610 pada 29 Oktober 2018. Kami mengamati terus perkembangannya. Singapura juga sudah menawarkan bantuan kepada pemerintah Indonesia," bunyi pernyataan Kemenlu Singapura.  

Diketahui bahwa pesawat Lion Air JT 610 lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.20 WIB dan hendak menuju ke Pangkalpinang. Namun, pukul 06.33 WIB pesawat hilang kontak.  Belakangan diketahui, pesawat jatuh di laut utara Karawang, Jawa Barat. Ada 189 orang di dalam pesawat, termasuk penumpang dan awak kabin.

Dua di antaranya berkewarganegaraan asing, satu orang India yakni sang pilot dan seorang penumpang warga negara Italia. Direktur Operasional Lion Air Daniel Putu mengamini adanya dua warga negara asing itu. Dia menyampaikan rasa duka cita atas nama manajemen Lion Air. Menurutnya, Lion Air akan bertanggung jawab atas insiden ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Lion Air ikut merasakan duka cita dan belasungkawa sebesarnya kepada keluarga korban. Kami penuhi hak dan tanggung jawab sesuai ketentuan," ucap Daniel, kemarin. [BSH]

RM Video