Bicara Sodomi, Najib Ngeledek Anwar

Mantan PM Malaysia Najib Razak (Foto: wsj.com)

Rakyat-Merdeka.co.id - Kesal dituduh korupsi 1Malaysia Development Berhard (1MDB), Najib Razak meledek Anwar Ibrahim. Najib bersyukur tidak dituntut dengan kasus sodomi seperti yang dialami Anwar dulu. Kekesalan Najib ditulis di akun Facebook-nya, Minggu (25/11).

Najib merasa sebagai korban persekongkolan pemerintahan koalisi Pakatan Harapan, terkait skandal penggelapan dana 1MDB dan SRC International. Dia merasa pemerintah sudah mengarahkannya sebagai orang bersalah  dalam skandal yang melibatkan dana triliunan rupiah. Apalagi, muncul laporan dari Jenderal Auditor Tan Sri Dr Madinah Mohamad yang menyebut laporan audit asli terkait 1MDB telah diubah.

"Sangat jelas bahwa pemerintah Pakatan Harapan menggunakan semua kekuatan di pemerintahan, agensi, dan media untuk mempengaruhi pemikiran orang-orang untuk mencoreng nama saya, meskipun kasus 1MDB sedang menunggu persidangan di pengadilan," ujar Najib. Dia beruntung karena UU yang memungkinkan penahanan seseorang tanpa pengadilan sudah dihapus.

Atas dasar penghapusan itulah, Najib meledek Anwar yang pernah dituntut dalam kasus sodomi. "Saya beruntung bahwa ISA (Internal Security Act) telah dihapus, dan saya belum dituntut dengan kasus sodomi," ungkapnya.

Masih dari akun Facebook-nya, Najib menjelaskan klaim dari Dr Madinah. Diketahui, beberapa amandemen telah dibuat dalam laporan audit akhir pada tahun 2016, termasuk penghapusan paragraf yang menyebutkan kehadiran pengusaha Low Taek Jho, yang kini buron, dalam pertemuan Dewan 1MDB.

Najib mengulangi pernyataan pengacaranya, Tan Sri Dr Muhammad Shafee Abdullah, bahwa informasi tentang Low alias Jho Low menghadiri pertemuan 1MDB telah dilaporkan sejak 2015. "Jika kita melihat secara detail dan matang, Kementerian Keuangan di bawah saya telah menjawab melalui jawaban tertulis di Parlemen pada 21 Desember 2015, untuk memverifikasi bahwa Jho Low menghadiri rapat 1MDB, tetapi dalam kapasitas mewakili perusahaan PetroSaudi dan Pangeran Turki," ujar Najib. [NNM]

RM Video