Obama-Trump Saling Serang

Presiden AS Donald Trump. (Foto: politico.com)

Pemilu sela Amerika Serikat (AS) digelar hari ini. Sehari sebelumnya, Donald Trump dan Barack Obama saling serang ketika berpidato di hadapan pendukung partai masing-masing. Mulai dari isu imigran sampai kesehatan. Dalam pidatonya akhir pekan lalu,Trump mengutarakan dukungan penuh kepada sejumlah politisi seperti Brian Kemp (Georgia), Ron DeSantis (Florida), Martha McSally (Arizona) yang mewakili Partai Republik pada mid-term nanti.

Sementara Obama, menyatakan dukungannya kepada Stacey Abrams (Georgia), Andrew Gillum (Florida) dan Krysten Sinema (Arizona), yang maju mewakili Partai Demokrat. Trump dikabarkan fokus memenangkan Partai Republik di negara-negara bagian yang merupakan lumbung suaranya pada Pilpres 2016. Setelah Georgia dan Tennessee, Trump juga akan mengunjungi Ohio, Indiana dan Missouri.

Selama akhir pekan kemarin, Trump menggembar-gemborkan prestasi Partai Republik, dalam membantu mendorong perekonomian Negeri Paman Sam selama setahun terakhir. Hal itu dibeberkannya saat berkampanye di Georgia dan Tennessee. Trump kemudian menyerang Partai Demokrat. Dia menakut-nakuti tentang skenario apa yang akan diambil Kongres AS pada isu-isu krusial seperti imigran, jika Partai Demokrat memenangi Pemilu hari ini. Trump mengklaim Partai Demokrat memaksa para imigran yang mayoritas berasal dari negara Amerika Tengah datang ke perbatasan AS. “Tanyakan pada diri Anda sendiri, bagaimana menurut Anda semua mereka (gelombang imigran) bisa terbentuk?,” katanya.

Mengangkat isu imigran, Trump mengatakan Partai Republik akan terus mengawal pembangunan tembok di perbatasan AS-Meksiko guna menghalau orang-orang yang akan masuk ke negara adidaya itu. “Anda melihat kawat berduri naik. Kita punya kawat berduri. Karena Anda tahu apa? Kami tidak akan membiarkan orang-orang ini menyerbu negara kami,” katanya di Georgia.

Sementara Obama, berusaha mendulang dukungan kuat kepada pemilih kulit hitam di Indiana. Dalam sebuah pidato di kota kecil Gary, Indiana, Obama menyuarakan dukungannya kepada Senator Demokrat Joe Donnelly, di mana partai itu berharap untuk menggulingkan gubernur dan beberapa anggota kongres yang saat ini tengah dikuasai oleh Partai Republik.

Di Indiana dan Illinois, Obama mengecam Partai Republik karena terang-terangan, berulang kali, dan tanpa malu-malu berbohong tentang upaya mereka mencabut Undang-Undang Jaminan Kesehatan Nasional Affordable Care Act atau Obamacare. Dia juga menyerang Trump dengan isu imigran yang menuju perbatasan AS di Meksiko. 

Trump disebutnya berupaya memicu ketakutan di antara para pendatang, terutama yang tengah berupaya masuk AS melalui perbatasan dengan Meksiko. “Karena ketika mereka mencoba mengalihkan perhatian Anda dengan semua hal ini, mereka merampok Anda, mereka memberikan potongan pajak kepada teman-teman miliarder mereka, kemudian mereka menyabotase perawatan kesehatan Anda. Anda tidak bisa jatuh untuk itu,” ujarnya seperti dilansir Reuters, kemarin.

Selain itu, dia menuduh mayoritas politisi Partai Republik koruptor. “Mereka berjanji bahwa mereka akan memberantas korupsi di Washington. Sebaliknya mereka telah mengumpulkan cukup banyak dakwaan. Amerika saat ini tengah berada dalam persimpangan. Karakter bangsa kita dipertaruhkan di kotak suara,” tegasnya.

Berdasarkan data dari sejumlah survei dua hari sebelum pemungutan suara 6 November, menunjukkan Partai Demokrat unggul ketimbang Partai Republik. Keunggulan itu mengejutkan, meski beberapa data menunjukkan Partai Republik berhasil memberikan AS kekuatan ekonomi dalam dua tahun terakhir. [OKT/net]

RM Video