Jual Saham Rp 500 M Untuk Pilpres

Sandi Tekor Asal Nyohor

Cawapres 02 Sandiaga Uno meresmikan Rumah Pemenangan Bersama Permata Jingga di Komplek Permata Jingga Malang, Jawa Timur, Rabu (5/12). (Foto: IG @sandiuno)

Rakyat-Merdeka.co.id - Masa kampanye baru berjalan dua bulan. Sandiaga Uno sudah menjual sahamnya di Saratoga, lebih dari Rp 500 miliar. Ambisi Cawapres nomor urut 02 ini besar juga ya? Biar tekor asal kesohor.

Sandi sudah beberapa kali menjual saham miliknya di PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, totalnya sekitar Rp 502,95 miliar. Rinciannya, pada 2 Oktober lalu, Sandi menjual 12 juta saham dengan harga Rp 3.776/saham. Besoknya, 3 Oktober, saham 39,4 juta unit terjual dengan harga Rp 3.776/saham. Kemudian, 8 Oktober, terjual 28 juta saham, dengan harga Rp 3.776/saham. Besoknya, 9 Oktober, 2,1 juta saham terjual dengan harga Rp 3.802/saham.

Di bulan November, Sandi tetap menalangi defisit dana kampanye Pilpres 2019. Pada 26 November lalu, terjual hingga 10 juta saham dengan harga Rp 3.776/saham. Pada 27 November, ada 5 juta saham dijual dengan harga Rp 3.776/saham. Kemudian, 28 November ada 15,9 juta saham, dengan harga Rp 3.776/saham. Dilanjutkan 3 Desember, 10 juta saham dengan harga Rp3.776/saham. Terakhir 4 Desember, sebanyak 10,9 juta saham milik Sandi dijual dengan harga Rp 3.776/saham.

Dengan penjualan tersebut, saham Sandi di Saratoga saat ini tersisa 630,82 juta saham atau 23,25 persen dari sebelumnya 702,71 juta saham atau sekitar 25,9 persen. Data penjualan saham itu diamini Sandi. Baginya, menjual saham adalah keseriusannya memenangkan Pilpres 2019 bersama Prabowo Subianto.

Saat ini, belum ada dana sumbangan dari pengusaha besar, dan penggalangan dana pun belum cukup menambal aktivitas kampanye Prabowo-Sandi. "Saya akan terus memastikan pengumpulan dana dari pribadi, untuk giat kampanye," kata Sandi di Malang, Jawa Timur, Kamis (5/12).

Sandi siap jor-joran merogoh kocek pribadi, sekaligus mendorong kampanye partisipatif atau deklarasi dukungan yang diinisiasi  masyarakat. "Kami belum ada sumbangan besar dari pengusaha besar. Saya sampaikan, saya terus, siap melakukan kampanye seperti in. Sifatnya partisipatif kolaboratif," katanya.

Bagi dia, ini saatnya mendongkrak elektabilitas Prabowo-Sandi. Sebab, survei internal menunjukkan elektabilitas pasangan itu terus meningkat. "Kami bersyukur, survei internal sudah melewati angka 40 persen. Berarti ini momentum luar biasa. Berarti saya harus all out," ucapnya.

Berapapun dana kampanye dibutuhkan, Sandi siap merogoh kantong dalam-dalam. "Sudah saya sampaikan, berapa pun akan saya keluarkan untuk Indonesia adil dan makmur. Untuk bersama-sama berjuang demi rakyat. Selama satu bulan, kami berdiskusi dengan tim bendahara. Mereka menyampaikan kebutuhan kampanye, dan itu yang akan kami penuhi," pungkasnya.

Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengaku pihaknya menghadapi persoalan di sektor pendanaan kampanye. Alhasil, Sandi siap merogoh kocek pribadi demi bertarung melawan Jokowi. "Bang Sandi jual saham. Itu betul untuk membiayai kampanye beliau. Kenapa? Karena terus terang kita masih kesulitan dapat donasi dari pihak luar. Kami selama ini masih kesulitan dapat donasi yang jumlahnya besar. Adanya dari masyarakat, tapi kecil, ada yang 20 ribu. Tapi pihak yang punya uang, pengusaha besar belum berikan ke kita," kata Andre.

Andre mengatakan, sulit bagi timnya mendapatkan bantuan dana dari para pengusaha. Bahkan, pernah ada seorang pengusaha yang hendak membantu  namun mengurungkan niatnya. "Bisa jadi ditelepon atau apalah, tiba-tiba pengusaha itu nggak datang lagi," pungkasnya, tanpa menyebut siapa pengusaha yang dimaksud.

Pengamat Politik Universitas Parahyangan Bandung, Prof Asep Warlan Yusuf mengatakan, Sandi adalah sosok yang sangat ambisius menghadapi Pilpres 2019. Kerelaan Sandi merogoh kocek demi kampanye, membuktikan ambisinya itu. "Biar tekor asal kesohor," ujar Asep kepada Rakyat Merdeka.

Bukan tanpa sebab jika Sandi ingin dilihat kesohor. Pasalnya, Sandi seorang pengusaha. Tak elok jika dirinya mengeluh dana, apalagi enggan membiayai logistik pemilu. "Sandi berharap, tekornya ini membuat simpatik orang untuk menyumbang," ujar Asep. [BSH]

RM Video