Nggak Bisa Ke Mana-Mana

Kyai Maruf: Pusing Saya

Cawapres 01 KH Maruf Amin

Rakyat-Merdeka.co.id - Tak kelihatan sepekan terakhir, Ma'ruf Amin mengajak wartawan ngobrol santai di rumahnya Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (6/12). Didampingi putrinya Siti Marifah dan Koordinator Media Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Monang Sinaga, Ma'ruf mengaku kakinya terkilir. Dia pusing karena tak bisa ke mana-mana.

"Satu hari nggak ketemu wartawan, sebenarnya sudah pusing saya. Biasanya, saya menyampaikan uneg-uneg, menyatakan einginan, serta melontarkan berbagai isu yang positif dan konstruktif. Makanya, ketika harus istirahat dulu, saya ingin melompat. Ingin bergerak seperti biasanya," ujar Ma'ruf, disambut tawa dari para pewarta yang hadir.

Ma'ruf diketahui tak beraktivitas melakukan kampanye keluar rumah, usai kunjungannya ke Lampung pada  27 November lalu. Sehari setelahnya, Rabu (28/11), dia dijadwalkan menghadiri sejumlah acara. Namun, Mutasyar PBNU itu tidak datang. Semua agendanya dibatalkan hari itu. Sejak Kamis (29/11),  Ma'ruf hanya menerima tamu dan deklarasi para relawan di kediamannya.

Ma'ruf yang kemarin mengenakan kemeja dan peci hitam, mengaku kakinya sebetulnya sudah lama terkilir. Tetapi dia nekat, tetap melakukan kegiatan ke daerah-daerah. Akhirnya, dia diminta dokter beristirahat di rumah. "Sudah lama sebenarnya, sudah agak lama kaki saya terkilir. Tapi, saya terus saja melakukan kegiatan ke daerah-daerah. Kemudian, saya  istirahat sesuai dengan saran dokter," ungkapnya.

Ma'ruf membantah kabar yang menyebut dirinya sakit parah, sampai harus dirawat di rumah sakit. "Saya sebenarnya bukan sakit. Tak ada itu.  Saya nggak sakit, dalam arti cuma kaki terkilir. Jangankan orang tua, muda pun bisa mengalami hal demikian," ucap eks Rais Aam PBNU ini. "Karena itu saya mengklarifikasi. Wah, saya jatuh di kamar mandi, itu tidak benar. Kalau jatuh di kamar mandi, stroke itu. Jadi tidak benar"  imbuhnya.

Ma'ruf berjanji, dalam waktu dekat akan kembali melakukan kampanye menemui masyarakat seperti sediakala. "Sebenarnya saya sudah bisa kemana-mana, tapi suruh ditahan," selorohnya. Dia kemudian mempersilakan para wartawan menanyai isu-isu terkini. "Saya kira itu aja yang saya sampaikan. Yang lain-lain silakan ditanya," ujar Maruf.

Sambil duduk, dia menjawab satu per satu pertanyaan yang dilontarkan para jurnalis. Ada yang dijawab lugas, ada pula yang diplomatis. Yang pasti, suasananya santai dan cair. Salah satu yang ditanyakan adalah soal respons Maruf atas sikap Prabowo yang tidak bersahabat dengan beberapa media. Maruf bilang, media berperan sangat penting dalam masa kampanye Pilpres. Utamanya, untuk mensosialisasikan gagasan yang akan disampaikan kepada masyarakat. Dia menyebut media sebagai temannya.

"Kalau saya dengan media berteman, saya ke mana ada media. Saya butuh media. Media juga butuh saya, kan cari berita. Jadi kita saling membutuhkan, karena itu harus berkolaborasi," jawabnya.

Sebelumnya, kondisi kesehatan Maruf sudah disampaikan Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto. Hasto, sempat hadir sebelum acara temu wartawan itu. "Tentang isu-isu sakit, saya tanya Kyai, bagaimana Kyai. Kyai bilang, pas di Papua, Acara Rakernas MUI jalannya cukup panjang.  Terlalu antusias. Terus ke Lampung, keseleo sedikit. Sama dokter disampaikan saya nggak boleh kemana-mana dulu. Begitu katanya," ungkap Hasto menirukan cerita Maruf. Dengan demikian, isu-isu di luar yang mengatakan Ma'ruf sakit tidak benar. [OKT]

RM Video