MBI Temui Bos KPU

Isu Kebudayaan Diusulkan Masuk Materi Debat Capres

Anggota Mufakat Budaya Indonesia (MBI), Radhar Pancadahana. (Foto: IG @radhar_pancadahana)

Rakyat-Merdeka.co.id - Isu kebudayaan diusulkan jadi salah satu materi dalam debat capres-cawapres. Sebagai bangsa, Indonesia terbentuk karena peran budaya. Usul tersebut disampaikan Mufakat Budaya Indonesia (MBI). Kemarin, perwakilan MBI menemui Ketua KPU, Arief Budiman, di kantornya, untuk mengusulkan soal tema budaya. MBI diwakili oleh Radhar Panca Dahana.

“Kita berharap bagaimana sang kandidat ini baik capres dan cawapresnya punya pemahaman mengenai itu (budaya). Kalau tidak memahami kebudayaan bagaimana mengerti bangsan¬ya,” kata Radhar.

Dia menjelaskan, seorang kepala negara seharusnya mengerti budaya. Karena itulah, topik budaya harus ada dalam debat nanti. “Karena bangsanya dibentuk oleh budaya. Kalau dia tidak mengerti bangsanya dia tidak punya legalitas apa untuk mengatur orang,” papar Radhar. Arief yang menerima lang¬sung perwakilan MBI mengapresiasi usulan itu. KPU tentu akan mempertimbangkan saran dari MBI tersebut.

Menurutnya, ada dua tahap jika isu tersebut dapat terealisasikan. “MBI bisa mengirim delegasi untuk meremuskan pertanyaan itu, cuma berapa pertanyaan pasti akan diatur. Dan setelah selesai yang kedua moderator, siapa yang akan menyampaikan pada capres kami membutuhkan peran dari MBI,” ungkap Arie.

Sebelum ke KPU, MBI telah menggelar temu akbar di Hotel Redtop, Jakarta, pada 23-25 November lalu. Temu akbar itu menghadirkan sekitar 250 peserta yang berasal dari 34 provinsi dari kalangan budayawan, rohaniawan, cendekiawan, tetua adat, juga pejabat publik senior negeri. Mereka membahas dan mengkaji ulang gagasan-gagasan dasar bangsa dan negara ini, yang terbagi ke dalam lima komisi (topik utama): kebudayaan, kebangsaan, ideologi, konstitusi dan kenegaraan.

Seperti diketahui, KPU tengah menggodok materi yang akan diangkat dalam debat capres. Sejumlah ahli dilibatkan dalam merumuskan materi debat itu. “Jadi salah satu materi debat nanti yang akan disampaikan itu adalah tentang isu-isu foreign policy atau kebijakan luar negeri Indonesia,” jelas Arief.

Arief mengatakan, banyak aspek yang nantinya menjadi pertimbangan dalam menentu-kan pertanyaan. Di antaranya perdagangan hingga keamanan internasional. “Banyak hal aspeknya mulai dari perdagangan internasional, hukum internasional, keamanan internasional,” kata Arief.

Selain kebijakan luar negeri di Indonesia, ada isu lain yang akan diangkat. Misalnya isu ekonomi hingga hingga pelayanan publik. “Kita sudah mencatat beberapa isu kan, isu pelayanan publik, ekonomi, isu luar negeri, macam-macam. Lalu kita akan kelompokkan debat pertama isu apa, lalu kita undang para ahli untuk menyusun pertanyaan-pertanyaanya,” tuturnya. [HEN]

RM Video