Blusukan Ke Tegal

SBY Soroti Telor Asin

Sumber Foto: Berita Satu.com

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono terus melanjukan blusukannya menyambangi daerah-daerah di Indonesia. Kegiatan ini dinamai Tour de Java.Kemarin, SBY dan rombongan menyapa kader Demokrat Banyumas dan Tegal. SBY meninjau peternak itik dan pengusaha telor asin di Jl Mataram, Kel Pesurungan Lor, Kec Mardagana, Tegal, Jawa Tengah. Sebelumnya, SBY lebih dulu meliat lokasi peternakan bebek warga. Setelah itu, SBY melihat proses pembuatan telor asin. Mulai dari proses penyortiran telor itik, proses pembuatan menjadi telor asin, hingga proses packing. Saat sesi dialog, seorang peternak bebek dan pengusaha telor asin, Sodikin mengeluhkan harga pakan ternak yang semakin mahal. “Sementara jika harga telor bebek dinaikkan, maka pembeli berkurang. Keuntungan menipis,” kata Sodikin.

Menanggapi keluhan itu, SBY mengatakan, Partai Demokrat bertekad memajukan ekonomi rakyat. Termasuk ekonomi peternak bebek dan pengusaha telor asin seperti di daerah Tegal ini. Sebelumnya, saat di Banyumas, SBY sempat menyoroti konflik sosial yang terjadi belakangan ini. Dia meminta semua komponen masyarakat untuk mengendalikan diri. “Saya sangat prihatin atas sejumlah konflik ada di masyarakat, yang disebabkan adanya berbagai perbedaan,” kata SBY di Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kemarin.

Presiden ke-6 RI ini mengatakan, konflik yang terjadi saat ini terlihat makin meningkat. Beberapa di antaranya berkaitan dengan masalah agama dan etnis. “Saya meminta kepada semua komponen masyarakat untuk sama-sama mengendalikan diri, agar konflik ini segera direda atau diakhiri,” tegasnya.

SBY berpendapat, pemerintah dan ulama atau pimpinan agama perlu duduk bersama. Tentunya untuk mencari solusi serta menyelesaikan konflik yang ada secara serius. Dengan demikian, konflik yang ada bisa diselesaikan dengan baik. Sehingga tidak menimbulkan konflik yang lebih besar yang bisa mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

“Menurut saya, pandangan saya, dan saya lakukan dulu, karena era saya sebenarnya ada masalah-masalah seperti ini, namun kita sadar, tidak bisa dibiarkan dan harus dikelola,” tuturnya. SBY menambahkan, ada hal yang perlu dilakukan bersama untuk mengelola permasalahan yang sensitif ini. Yaitu, dengan menggunakan kerangka yang tepat. “Pertama tentu dari aspek hukum, kemudian keadilan dan diperlukan kearifan,” katanya. [MHS]

RM Video