Keputusan Bawaslu

Program Tol Suramadu Gratis Bukan Kampanye Terselubung

Anggota Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo. (Foto: IG @dewi_pettalolo)

Rakyat-Merdeka.co.id - Program Presiden Jokowi menggratiskan tol Jembatan Suramadu bukan kampanye terselubung. Bawaslu resmi menghentikan laporan kasus tersebut. Pasca mengratiskan tol Jembatan Suramadu (27/10), Presiden Jokowi dilaporkan ke Bawaslu. Program itu dianggap kampanye terselubung. Apalagi, ada foto dengan pose satu jari para tokoh-tokoh yang hadir saat peresmian itu.

Kemarin, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memutus laporan tersebut. Bawaslu tidak menemukan unsur kampanye dalam program tol gratis Jembatan Suramadu.

“Penggratisan penggunaan Jembatan Suramadu merupakan kebijakan pemerintah untuk kepentingan publik. Kebijakan ini tidak dalam konteks kampanye atau tidak ada kaitannya dengankegiatan kampanye,” kata Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo dalam keterangan persnya, kemarin.

Bawaslu, kata dia, menganggap kebijakan itu tidak ada kaitannya dengan untung-rugi politik. Kata Ratna, pihaknya tidak menemukan adanya keuntungan politik bagi incumbent atas program tersebut. “Saksi dan barang bukti yang diajukan pelapor sangat lemah dan tidak dapat menunjukkan adanya kegiatan yang terkait pasal 282 atau pasal 283 UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017,” tegas Ratna.

Karena tidak ditemukan adanya pelanggaran, Bawaslu pun hentikan kasus tersebut. Bawaslu tidak akan meneruskan laporan tersebut ke Sentra Gakumdu. “Tidak ada pelanggaran kampanye. Kasus ini resmi Bawaslu hentikan. Sebab, dugaan pelapor tidak bisa dibuktikan,” tegas Ratna.

Sekadar informasi, seorang warga sipil bernama Rubby Cahyady, yang tergabung dalam Forum Advokat Rantau membuat laporan ke Bawaslu. Rubby menduga, Jokowi melakukan kampanye saat bertugas sebagai Presiden. Indikasinya, terlihat dari pose satu jari yang ditunjukkan beberapa orang yang berfoto bersama Presiden ketika acara peresmian berlangsung. Bagi Robby, pose tersebut menunjukkan citra diri Jokowi sebagai capres nomor urut 01.
 Selanjutnya 

RM Video