Poster Raja Jokowi Tak Masuk Kampanye Hitam

Komisioner Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo (Foto; IG @dewi_pettalolo)

Rakyat-Merdeka.co.id - Dalam sepekan ini, PDIP hebohkan dengan poster ‘Raja Jokowi.’ Poster yang dianggap penghinaan oleh kader PDIP itu justru tersebar meluas di kandang banteng sendiri, di Jawa Tengah. Merasa tak pernah membuat, PDIP lakukan investigasi hingga sweaping poster-poster tersebut. Partai besutan Megawati ini yakin, poster itu bagian kampanye hitam untuk jatuhkan Jokowi dan PDIP.

Bawaslu menanggapi tudingan PDIP. Meskipun belum dilaporkan, Bawaslu berkesimpulan poster ‘Raja Jokowi’ jauh dari unsur kampanye hitam. Koq bisa? “Setelah kami melihat itu, foto, tulisan, sedikit pun tidak mengarah kepada ujaran kebencian, black campaign, atau mengandung unsur SARA,” kata Komisioner Bawaslu, Ratna Dewi Petalolo, di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta, kemarin. Ratna mengatakan, PDIP merasa dirugikan karena poster itu bukan bagian dari alat peraga kampanye dibuatnya. Kata dia, Bawaslu tidak menyalahkan bila PDIP melakukan sweaping untuk turunkan poster tersebut.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan, poster tersebut seolah-olah mendukung, padahal mendiskreditkan Jokowi. Atribut itu mendiskreditkan Jokowi dari aspek estetika, komunikasi politik, daya imajinasi, dan teknik kampanye. “Atribut bergambar PDI Perjuangan dan Pak Jokowi yang terpasang tersebut bukan kami. Ada pihak-pihak yang memalsu Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memastikan, poster ‘Raja Jokowi’ yang tersebar di wilayah Jawa Tengah bukan
kampanye hitam. Namun Bawaslu persilakan, PDIP untuk mencopot poster tersebut.kan APK,” tegas Hasto.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf ini pun mempertimbangkan langkah hukum atas pemasangan poster tersebut. Menurutnya, pemasangan atribut ‘Raja Jokowi’ tersebut tidak terlepas dari hasil survei yang selalu menempatkan PDI Perjuangan dengan elektabilitas tertinggi.

Ketua DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng) Bambang Wuryanto sebelumnya mengaku sudah mengetahui siapa di balik pemasangan poster,rontek, hingga stiker ‘Raja Jokowi’ itu. “Kami sudah kantongi nama-nama, lihat ke depan seperti apa,” kata Bambang.

Dari penelusuran PDIP, poster jenis rontek bergambar Jokowi bermahkota disebar di seatero Jateng. Di setiap desa terdapat rata-rata 10 lembar. Jika ditotal dengan jumlah desa di Jateng maka ada sekitar 85 ribu rontek yang dipasang.
PDIP menyebut ada 10 poster ‘raja Jokowi’ di tiap desa di Jateng sehingga totalnya mecapai 85 ribu buah rontek. Untuk penyebaran poster dengan jumlah sebanyak itu membutuhkan dana sangat besar.

“Sekali pasang, yang memasang dapat Rp 5 ribu, plus bambu dan tali Rp 10 ribu. Itu angka gede, belum percetakannya, pengangkutannya, dan lain lain. Melibatkan uang besar, tidak kurang Rp 3,5 miliar sampai Rp 4 miliar. Pasti yang masang orang punya duit,” bebernya.

Masih dari penelusuran PDIP, diketahui sebelum poster tersebar, ada rapat di Hotel Siliwangi Semarang. Bambang mengimbau agar pemilik atau pembuat poster itu datang ke kantor DPD PDIP Jateng. “Kalau tahu alamatnya, saya akan bersurat. Karena saya tidak tahu, ya melalui dikau (wartawan).

Himbauan kami untuk bisa disampaikan, kami menunggu datangnya sang pemilik APK (alat peraga kampanye),” tegasnya. PDIP memutuskan menurunkan poster tersebut karena tidak merasa mencetak dan mengeluarkannya, meskipun di poster itu ada logo PDIP. Selain itu gambar Jokowi berpakaian raja justru merendahkan karena Jokowi adalah calon presiden yang maju melalui pemilihan umum.

“Ini merendahkan kecerdasan. Ini era demokrasi, pejabat politik, ini sebagai capres, artinya kalau kemudian dikatakan raja, raja kan tidak dipilih, harusnya dipilih, elektoral. Ini merendahkan kecerdasan PDIP,” tegasnya. Sementara itu, Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid menegaskan, pihaknya tidak tahu menahu soal poster tersebut. Tim Prabowo-Sandi, kata dia, saat ini lebih fokus kampanye dan memaparkan visi-misi, ketimbang bikin poster Jokowi. “Kami bicara hal yang lebih mendasar, lebih fungsional, lebih visioner, bukan ribut hal yang begitu,” ujar Sodik. [HEN]

RM Video