Keselip Sebut Sila ke-4 Pancasila

Prabowo Banyak Pikiran?

Prabowo Subianto (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka)

Rakyat-Merdeka.co.id - Prabowo Subianto jadi bahan bully netizen. Capres nomor urut 02 itu keselip saat menyebut sila keempat Pancasila. Rekaman videonya yang diunggah ke Youtube sejak Jumat (9/11), menjadi viral. Meski begitu, lawan politiknya tak terlalu mempersoalkan. Bisa jadi Prabowo lagi banyak pikiran.

Video yang awalnya diunggah akun KabarTerkiniNews, kemarin sudah di-upload ulang oleh banyak akun. Video itu direkam saat Prabowo menghadiri deklarasi dukungan dari Komando Ulama Pemenangan Prabowo Sandi (Koppasandi) di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Minggu (4/11).

Dalam video itu, Prabowo yang tengah berpidato menyebut, dirinya sudah mempertaruhkan nyawa untuk Pancasila dan NKRI. “Jangan hanya teriak-teriak, buktikan bahwa Pancasila itu lima silanya, iya kan?” ujar Prabowo yang mengenakan safari coklat, peci hitam dan kacamata hitam. Kemudian, dia menyebut satu per satu sila dalam Pancasila. Sampai akhirnya, ketika menyebut sila keempat, lidahnya keselip. “Kemanusiaan yang... yang apa…,” Prabowo agak tergagap. Beruntung, kejadian itu tak lama. Serta-merta, Prabowo langsung menyebut sila keempat dengan lancar, dan langsung melanjutkannya dengan sila kelima. "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan? Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya. 

Video itu kemudian disandingkan dengan seorang anak SD yang disuruh Presiden Jokowi untuk melafalkan Pancasila. Siswa SD itu lancar menyebutkannya. Melihat video itu, netizen nyinyir. Seperti akun @shu_gaga. “Belunder teroooos,” kicaunya senada dengan @mahlukastra. “Kehabisan kata-kata para pendukungnya nih setelah blunder berkali-kali,” cuitnya. “Mungkin karena sering bergaul dengan simpatisan HTI yang haramkan Pancasila berakibat BOYOLALI...eh BOWOLALI,” ujar @BadjaNuswantara disambut ledekan @Aspardan.

“Woiii Cebong. Dilarang Bully Prabowo yak. Tau kan, walau gak hafal Pancasila tetep dapat sepeda kan. Yang mauu ngakak Pliiiis KwAk KwAk KwAk.” “Bagaimana mau mengamalkan bung. Hafal juga tidak. Jangan bikin dagelan terus mending ikut Srimulat cepet populer,” cuit @panjat5. Akun @ndorobbs maklum. “Mungkin faktor usia sudah sepuh, bingung, banyak pikiran,” katanya. Sementara, akun @ErnestNtt membela Prabowo. “Prabowo Sandi adalah pejuang untuk rakyat Indonesia, jiwa PANCASILA yang sejati,” katanya. “Gak papa Bapak Prabowo. Yang penting laksanakan tugas Pancasila itu, bukan omong kosong rakyat butuh bukti bukan ngomong doang,” ujar @Arifffh.

Terkait hal tersebut, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno memaklumi Prabowo. Menurutnya, insiden itu bisa saja terjadi lantaran mantan Danjen Kopassus itu banyak pikiran. “Kita ikut menyesalkan boleh saja, tapi kalau Pak Prabowo lupa sila keempat dan kelima masih saya anggap manusiawi. Karena orang-orang sekaliber Pak Prabowo yang dipikirkan banyak sekali, pengetahuan yang mengendap banyak sekali, narasi dan diksi yang dibangun untuk kepentingan kontestasi politik banyak sekali,” beber Hendrawan, kemarin.

Hendrawan mengatakan, tidak bisa mereduksi totalitas seseorang hanya gara-gara sekejap lupa. “Orang tidak boleh kita kategorikan salah hanya dalam satu kesalahan atau suci dalam satu perbuatan mulia,” ungkapnya. Dia berharap insiden itu tidak menjadi polemik.

Terpisah, Jubir Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Andre Rosiade membantah Prabowo banyak pikiran sehingga bisa keselip. Dia menegaskan, Prabowo tidak lupa sila keempat. “Hal lumrah salah sebut sedikit. Nggak masalah, beliau langsung mengoreksinya. Beliau setelah itu mengeluarkan kalimat yang benar. Ini ‘gorengan’ isu personal, jadi kenapa penggorengan terus berjalan?” sesal Andre.

Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean ikutan membela. “Salah ucap antara kerakyatan dan masyarakat tidak perlu diributkan. Yang perlu diperhatikan adalah semangat dan jiwa Pancasilanya, bukan hafalan Pancasilanya. Apalagi orang tua, sudah pasti tidak akan begitu lancar menghafalkan pancasila,” kata Ferdinand.

Dia malah bilang, Ma’ruf Amin - Cawapresnya Jokowi yang berusia lanjut - juga tidak fasih mengucapkan Pancasila. Ferdinand menyesalkan bangsa ini suka meributkan hal yang tak substantif. Menjadi bangsa yang gemar meributkan kesalahan kecil seperti typo alias salah ketik. Juga, meributkan sesuatu ucapan yang sesungguhnya tidak mengubah substansi.

“Pilpres ini terburuk. Kebanyakan gimmick dan urusan remeh temeh,” sesalnya. Dalam kasus keselip Prabowo ini, Ferdinand menegaskan yang terpenting adalah amalan Pancasilanya. “Untuk apa hafal urutan Pancasila, tapi kebijakannya tidak Pancasilais? Ini yang bahaya, bukan yang salah ucap tentang kalimat. Apalagi kesalahannya minor. Coba bandingkan dengan Jokowi, hafal tidak Pancasila? Kebijakannya Pancasilais tidak?” kritiknya. [OKT/FAQ]

RM Video