Protes Klaim Dahnil Anzar Simanjuntak

Cucu Bung Hatta Tak Sudi Kakeknya Disamakan Sandi

Rakyat-Merdeka.co.id - Gustika Jusuf Hatta, cucu Muhammad Hatta tumpahkan kegeramannya pada Dahnil Anzar Simanjuntak. Gustika enggak terima, kakeknya disamakan dengan Sandiaga Uno. Setiap pilpres, Bung Hatta dijual-jual demi kepentinganpolitik.Video singkat lima jubir Prabowo-Subianto beredar di media sosial. Dalam video itu, Koordinator Jubir Prabowo-Sandi,Dahnil Anzar menyebut, Prabowo sebagai perpaduan Bung Karno dan Jenderal Sudirman.Sedangkan Sandi sebagaiBung Hatta versi baru.

Melalui akun twitter @Gustika,putri Halida Nuriah Hatta itu mencuitkan unek-uneknya. “Untuk orang yang kesabarannya minus kayak gue gini, denger kakek gue disamain sama Sandiaga Uno rasanya mau muntah,” twitt Gustika, Rabu (24/10) kemarin. Dalam kicauannya, Gustika mengatakan, Bung Hatta tak bisa disamakan dengan siapa pun. Bahkan, kata dia, dengan orang yang memiliki hubungan kekerabatan sekali pun. Gustika pun memention akun twitter milik Dahnil. “Tidak kenal dengan Bung Hatta tidak usah mengibaratkan sebagai Bung Hatta. Tidak elok menggunakan nama beliau (dan Eyang Karno) demi kepentingan politik. I’m so done, setiap pilpres nama beliau digadai-gadai. it’s getting old @Dahnilanzar,” twittnya.

Mendapatkan protes tersebut,Dahnil pun klarifikasi. Dahnil menjelaskan maksud dari pernyataannya. Yang dia maksud adalah bagian dari meneladani sosok Bung Hatta. “Saya berterimakasih dia marah, ketika kami berusaha meneladani beliau. Saya pahami saja. Dan tentu setiap kepemimpinan hari ini berusaha mencari teladan, kalau dia marah kami berusaha meneladani Bung Hatta, ya ndak apa,” jelas Dahnil. Menurut Dahnil, dia tak bermaksud menyamakan Sandiaga dengan Bung Hatta. “Itu keliru,yang betul adalah bagaimana caranya Bang Sandi bisa tiru Bung Hatta. Kenapa Bung Hatta karena sejak awal Bang Sandi ingin belajar banyak dan meneladani konsepsi pemikiran ekonomi Bung Hatta,” ucapnya. “Jadi semangat Bung Hatta itu harus jadi role model bagi kepemimpinan di masa akan datang,” sambung Dahnil.

Awalnya, video lima jubir berdurasi2 menit 11 detik ini diunggah di laman Faldo Maldini. Selain Dahnil dan Fadlo, ada juga 3 jubir lainnya. Yakni dokter Irene mewakili Gerindra, dokter Gamal Albinsaid, dan politikus muda PKS Pipin Sopian. “Mereka seperti bagian baru dari model Bung Karno dan Bung Hatta. Pak Prabowo seperti kombinasi Bung Karno dan Jenderal Soedirman. Sedangkan Bang Sandi bagian baru dari Bung Hatta,” ucap Dahnil.

Wakil Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin, Deddy Sitorus ikut mengkritik Dahnil. “Upaya mereka ini adalah wujud kegagalan bernalar yang parah. Klaim palsu yang tak punya dasar etis dan historis,” kritik Deddy. Menurut Deddy, Bung Karno, Bung Hatta, dan Jenderal Sudirman adalah sumber inspirasi bagi Indonesia. Mereka membawa Indonesia melewati masa penjajahan hingga merdeka. “Wajar kalau kemudian cucu Bung Hatta marah. Menyamakan dengan Bung Karno, Jenderal Sudirman dan Bung Hatta adalah pelecehan terhadap sejarah,” tegasnya. [MHS]

RM Video