Yusril Jadi Pengacara Jokowi

JK Senang, Eva Mengingatkan Prabowo Cs Hanya Bisa Pasrah

Yusril Ihza Mahendra (Sumber Foto: Swararakyat.com)

Keputusan Prof Yusril Ihza Mahendra jadi pengacara Jokowi-Ma’ruf disambut pro-kontra. Kubu Jokowi senang juga mengingatkan. Kubu Prabowo mengucapkan selamat. Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Ma'ruf Amin, Jusuf Kalla (JK) menilsi ada maksud politik masuknya Yusril jadi pengacara Jokowi-Ma'ruf. Namun, tujuan utama pemilihan Yusril karena profesi Yusril sebagai advokat.

"Kalau pengacara kan profesi dan memang profesi Yusril itu pengacara. Jadi di sini dia sebagai pengacara, bukan sebagai Ketum PBB yang diangkat menjadi pengacara," kata JK di Kantor Wapres, Jakarta, kemarin. JK menilai wajar Yusril diangkat jadi pengacara Jokowi-Ma’ruf. JK juga menilai wajar jika hal itu ada kaitannya dengan politik. Namun, JK menegaskan, pemilihan Yusril didasari karena keahliannya sebagai pengacara. JK mengaku tidak tahu soal sinyal merapatnya PBB ke Jokowi. "Soal itu (PBB merapat ke Jokowi) tanya sama Pak Yusril," imbuhnya. Pendukung Jokowi lain, justru punya harapan ke Yusril. 

"Saya memohon dan meminta kepada Pak Yusril mundur sebagai pengacara HTI (Hizbut Tahrir Indonesia), karena menurut saya, kontradiktif," kata influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Eva Kusuma Sundari, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin. Eva menuturkan, ada nilai-nilai yang saling bertentangan andai Yusril tetap melanjutkan tugas sebagai pengacara HTI. 

"Jokowi-Ma'ruf yang sangat pro-Pancasila dan menjadikan Pancasila sebagai orientasi dalam kebijakannya dan arah yang harus ditegakkan. Sementara beliau juga pengacara HTI yang kontradiktif dengan itu karena tidak mau Pancasila dan punya konstitusi sendiri dan seterusnya, biar pas saja," ujar politikus PDIP tersebut. Meski begitu, Eva memuji sosok Yusril sebagai advokat andal. Eva menilai Yusril mampu bekerja profesional.

Bagaimana dengan kubu Prabowo? "Kami hanya mengucapkan selamat untuk Bang Yusril. Saya pikir itu bagus buat Bang Yusril," kata Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, kemarin. Sementara itu, Anggota Direktorat Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean, kaget dengan pilihan Yusril itu.  Soalnya, kata Ferdinand, selama ini Yusril selalu terlihat berbeda pandangan politik dengan pemerintah.

"Saya tidak ingin masuk ke ranah janji apapun dari Jokowi ke Yusril, itu hak beliau, hak pribadi, hak politik. Cuma kaget saja tidak menyangka kalau Yusril bisa kemudian satu kubu dengan Jokowi," kata Ferdinand. [JON]

RM Video