Bantah Tudingan Dimanfaatkan Jokowi

Ma’ruf Ngaku Jadi Alat Membangun Bangsa

Cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin menerima potongan tumpeng saat menghadiri peluncuran Rumah Aspirasi Rakyat 01 Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin di Jakarta Pusat,

Ma’ruf Amin angkat bicara soal tudingan banyak pihak yang menyebut dirinya diperalat Jokowi. Yang benar, bukan diperalat untuk kepentingan Jokowi pribadi, tapi untuk kemajuan bangsa dan negara. Tudingan tak sedap sempat disematkan pada Ma’ruf Amin. Dipilih sebagai cawapres, eks Ketua Majelis Ulama Indonesia ini dituding hanya diperalat untuk kepentingan kekuasaan Jokowi. Ma’ruf sebelumnya sempat geram menanggapinya. Baginya, tudingan itu sungguh kejam.

Namun, kemarin justru Ma’ruf malah menyinggung tudingan itu. Dalam pidato di acara penutupan Mudzakarah Alim Ulama, Ma’ruf mengakui dirinya diperBantah kepentingan pribadi, tapi kepentingan bangsa dan negara. “Ada yang bilang masa ketua umum MUI, Rais Aam PBNU kok cuma jadi alat saja. Dan masa iya Pak Jokowi serendah itu. Tapi saya siap, jadi alat, alat untuk membangun negara dan bangsa,” kata Ma’ruf di Hotel Mercure Ancol, Jakarta. Menurut Ma’ruf, hijrah dirinya dari jalur kultural ke jalur struktural, memang untuk menjadi alat politik demi membangun bangsa dan negara. “Memang tujuan kami ke sana. Sekali lagi, saya siap menjadi alat untuk itu,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, eks Rais Aam PBNU mengingatkan pendukungnya untuk tidak lakukan fitnah. Para pendukungnya juga diharamkan melakukan intimidasi. Beda pilihan dalam pilpres itu hal lumrah, asal jangan sampai bermusuhan. “Jangan ada maki-makian. Jangan pakai fitnah. Jangan menggunakan cara-cara itu. Yang santun seperti Rasullullah,” ujar Ma’ruf. Kata dia, perdebatan dalam pilpres harus diarahkan pada adu program dan gagasan. Hal itu jauh lebih bermanfaat, ketimbang mencela, caci maki, apalagi fitnah. “Ulama juga punya peran penting. Sampaikan ceramah yang baik di mesjid-mesjid,” terangnya.

Ketua MUI nonaktif ini juga menyambut baik hasil Mudzakarah Alim Ulama yang mendukung dirinya bersama Jokowi. Dukungan dari ulama seluruh Indonesia itu sangat berharga. Apalagi, dukungan itu didasarkan pada sejumlah kriteria dasar yang sesuai dengan Ijtima MUI dalam menentukan pemimpin nasional. Yakni Shiddiq (benar) Amanah (dipercaya), Tabligh (transparan) dan Fathonah (berkompetensi) “Mudah-mudahan dengan adanya keputusan mudzakarah hari ini akan menjadikan suatu panduan. Saya dianggap memenuhi kriteria tentu paling tidak mendekati kriterianya. Ini satu hal penting,” ujarnya. [HEN]

RM Video