Dituduh Turunan DN Aidit, Caleg PSI Laporin 40 Akun

Caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Muannas Alaidid (kanan) bersama pentolan PSI. (Foto: muannasalaidid5017)

Rakyat-Merdeka.co.id - Caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Muannas Alaidid berang gara-gara difitnah sebagai anak Dipa Nusantara (DN) Aidit, salah satu tokoh PKI. Muannas melaporkan 40 akun dari sejumlah media sosial ke Polda Metro Jaya, kemarin.

Muannas membeberkan, 40 akun medsos yang dilaporkannya meliputi akun-akun di facebook, instagram, twitter dan nomor HP WA (whatsapp group). Dan beberapa akun anonim. Muannas Alaidid tidak terima disebut sebagai anak DN Aidit, tokoh PKI. Dia melaporkan ke-40 akun medsos itu dengan tuduhan menyebarkan fitnah dan hoaks.

“Semuanya dilaporkan dengan Pasal 27 Ayat 3 Jo Pasal 45 ayat 3 dan atau Pasal Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 UU RI No.19 Tahun 2016 Tentang ITE dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 UU No. 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana,” ujarnya. Muannas kesal karena ada satu meme di facebook di-share sampai lebih dari 10 ribu akun. Diakui Muannas, pelaporannya tersebut semata-mata ditujukan agar orang tidak mudah menerima kabar bohong, lalu dengan mudah menyebarkannya. Apalagi, kata dia, menyangkut kehormatan dan martabat orang lain.

“Semua ada konsekuensi hukum yang harus dipertanggungjawabkan. Alaidid ini nama marga dzuriyat atau turunan Nabi Muhammad SAW. Ini tidak hanya saya yang menggunakan, tapi ada jutaan di luar sana memiliki nama sama, tentu mereka sangat dirugikan,” jelasnya.

Ditegaskan, setiap muslim pasti menolak kalau DN Aidit dianggap turunan nabi. Karena itu, menuduh dirinya sebagai turunan PKI sama saja dengan menuduh Nabi Muhammad ada hubungannya dengan DN Aidit.  “Jadi ini masalah serius, fitnah keji dan pantas diproses hukum para penyebarnya," tegasnya.

“Saya yakin polisi akan menangkap pelaku penyebaran berita bohong dan kebencian ini, mengingat ancaman pidana ini sangat tinggi lebih dari 5 tahun penjara bahkan sampai 10 tahun,” sambung Muannas.

Diketahui, Muannas akan maju sebagai caleg DPR RI dari Daerah Pemilihan VII Jawa Barat (Jabar ) meliputi Kabupaten Bekasi, Karawang dan Purwakarta. Dia adalah orang yang melaporkan Buni Yani dengan tuduhan menyampaikan ujaran kebencian dalam kapasitas sebagai Ketua Umum Komunitas Advokat Muda Ahok-Djarot (Kotak Badja). Buni Yani divonis dua tahun karena menyebarkan video Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang sudah tidak utuh lagi alias dipotong-potong. 
 Selanjutnya 

RM Video