Tak Kampanyekan Jokowi, Caleg Koalisi Kena Sanksi

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka)

Rakyat-Merdeka.co.id - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengingatkan para caleg dari partai koalisi agar jangan melulu fokus pada Pileg 2019. Para caleg wajib mensosialisasikan pasangan Joko Widodo- KH Ma’ruf Amin di setiap kampanyenya. Tak taat perintah, siap-siap kena sanksi.

Hasto menegaskan, para caleg dari partai koalisi akan mendapatkan sanksi bila tidak mensosialisasikan Jokowi- Maruf. Pileg dan Pilpres pada hakekatnya senafas, tidak bisa berat sebelah. “Semua bergerak mengamankan teritorial masing-masing. Seluruh caleg - baik dari PDIP, Golkar, PKB, Nasdem, PPP, Hanura, PKPI, Perindo, PSI - harus mensosialisasikan Jokowi- Ma’ruf. Kalau tidak, akan kena sanksi. Ini adalah rekomendasi Rakernas Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja,” ujar Hasto dalam konsolidasi Tim Kampanye Daerah (TKD) tingkat Kabupaten/Kota, di Jawa Timur, Jumat (16/11).

Hasto menjelaskan, para caleg koalisi yang tidak mensosialisasikan pasangan Jokowi-Ma'ruf, akan mendapat sanksi dari masing-masing parpol. Tapi, khusus PDIP, sanksinya berat. “Kalau PDI Perjuangan, kita pecat,” jelasnya. Hasto mengingatkan kepada seluruh jajaran Tim Kampanye Daerah (TKD), soal target suara nasional sebesar 70 persen. Untuk itu, ia meminta seluruh tim kampanye, mesin parpol, dan relawan bersatu padu menyukseskan pileg sekaligs paslon Jokowi-Ma’ruf. “Kita tidak hanya sekadar memenangkan Jokowi-Ma’ruf. Lebih dari itu, kita sedang memenangkan nasib kita, memenangkan masa depan kita di tangan pemimpin yang lahir dari rakyat,” tegasnya.

Terkait hal tersebut, Ketua DPP Partai Golkar Bidang Media dan Penggalangan Opini Ace Hasan Syadzily mengatakan, selaku bagian dari partai koalisi, para calegnya sudah sangat siap memenangkan pileg dan pilpres. Apalagi, partainya tetap percaya pada coattail effect pencapresan Jokowi. “Tidak sepenuhnya benar kalau coattail effect (efek ekor jas, red) dari capres Jokowi tidak memiliki keuntungan bagi parpol yang mendukung. Kan tergantung siapa capres didukung,” ujarnya.

Ace menambahkan, walaupun Jokowi diasosiasikan sebagai kader PDIP, tapi sosoknya selalu memberikan kesempatan kepada seluruh partai koalisi untuk berjalan bersama. Ini mendorong partai koalisi bersama-sama memenangkan Pileg dan Pilpres 2019. “Pak Jokowi mampu membangun kebersamaan dalam koalisi, dan memberikan keleluasaan bagi koalisi untuk sama-sama berkompetisi secara sehat di dalam internal koalisi,” jelasnya.

Ace menegaskan, Jokowi bukanlah ketua umum parpol yang memiliki asosiasi kuat dengan salah satu partai. Partai Golkar selalu berusaha melakukan co-branding dengan mantan Gubernur DKI Jakarta itu, misalnya dengan GOJO (Golkar Jokowi). “Intinya, ya tergantung siapa capresnya, kemampuan mengelola koalisi dengan sebaik-baiknya,” tutup Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini.[SSL]

RM Video