Bawaslu Larang Lurah, RT dan RW Jadi Tim Pemenangan Pileg

Ketua Bawaslu: Agus Muslim (Sumber Foto: Tangerang.net)

Rakyat-Merdeka.co.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangerang terus mengawasi gerak-gerik pemangku kebijakan hingga tingkat kelurahan. Diharapkan, lurah, RT dan RW netral di Pileg 2019. Hal ini untuk menjaga munculnya konflik sosial.

Ketua Bawaslu Kota Tangerang, Agus Muslim mengimbau, lurah, RT dan RW tidak jadi tim sukses (timses) pemenangan di Pemilu 2019. “Imbauan itu sudah kita terapkan pada Pilkada Kota Tangerang lalu. Jangan sampai ada konflik sosial, ini tidak bagus bagi daerah atau antara RT dan RW,” kata Agus, kemarin.

Imbauan itu merupakan turunan dari Peraturan Bawaslu Nomor 28 Tahun 2018. Yang mana mengimbau RT dan RW untuk tidak jadi timses saat pesta demokrasi lima tahunan sedang berlangsung. Imbauan itu, lanjut Agus dibuat untuk menjaga kondusifitas lingkungan dan meminimalisir munculnya konflik sosial.  “Misalkan, RT memihak calon legislatif (caleg) A pasti nantinya pelayanan terganggu. Contohnya seperti ini, ada warga ingin minta surat pengantar, tapi warga itu milih caleg B, pasti kan tak ditanggapi. Karena itu kan beda dukungan,” jelasnya.

“Konflik kepentingan harus dihindari. RT atau RW fokus saja di pelayanan masyarakat. Kita semua harus menjaga konflik sosial seperti itu. Dengan adanya pileg atau Pemilu harusnya ciptakan kondisi aman dan nyaman,” tegasnya. Agus menuturkan, lurah setempat juga harus mengingatkan dan menegaskan agar RT dan RW yang tergabung di kelurahannya untuk tidak terlibat dalam timses. “Saat ini belum ada seperti itu. Tapi harus jaga kondusifitas Pemilu 2019. Lurah harus ingatkan kalau ke RT dan RW jadi Timses,” pungkasnya.  [EDY]

RM Video