Dianggap Mampu Wujudkan Reputasi Baik

OSO Dan Bamsoet Sabet Best Communicators 2018

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang mengunjungi Prajurit TNI-Polri yang bertugas di Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), Senin, beberapa waktu lalu. (Foto: pic.twitter.com/kaaW0Lyfer)

Rakyat-Merdeka.co.id - Penghargaan ini diumumkan di Klenteng Sam Po Kong, Semarang, Jawa Tengah, Jumat malam. OSO dan Bamsoet berhalangan hadir dalam penganugerahannya. Penerimaan penghargaan untuk OSO diwakili Kepala Biro Protokol, Humas, dan Media Setjen DPD Nana Sutisna.

Sedangkan penerimaan penghargaan untuk Bamsoet diwakili Sekjen DPR Indra Iskandar. OSO berterima kasih ke PR Indonesia karena telah memberikan penghargaan dan perhatian yang baik pada DPD. “Saya sangat mengapresiasi atas apa yang sudah dilakukan PR Indonesia dan tim. Sebenarnya kami hanya bekerja sebaik mungkin tanpa berpikir akan ada award. Namun, ternyata diberikan penghargaan seperti ini,” ucapnya, kemarin.

Senator asal Kalimantan Barat ini berjanji, penghargaan itu akan dijadikan sebagai cambuk untuk terus meningkat kinerja. “Saya berterima kasih. Semoga ini bisa menjadi tambahan motivasi bagi saya agar lebih giat lagi bekerja dalam rangka meningkatkan peran dan kinerja lembaga DPD RI ,” katanya.

Bagi OSO, ini bukan penghargaan pertama. Sebelumnya, sudah banyak penghargaan yang diterimanya. Antara lain, Lifetime Achievement dalam Global Leadership Awards 2016 dan Anugerah Utama Gatra Kencana di tahun 2018. Bamsoet juga memberikan apresiasi atas penghargaan itu. Melalui Sekjen DPR Indra Iskandar yang mewakilinya, Bamsoet menyatakan terima kasih dan juga meminta maaf karena tidak bisa hadir.

“Pak Bambang Soesatyo hari ini tidak bisa hadir karena beliau sedang melakukan fungsi keempat DPR, yaitu fungsi Diplomasi Parlemen ke Selandia Baru. Beliau mengucapkan selamat kepada PR Indonesia yang telah konsisten memberikan penilaian terhadap lembaga publik atau korporasi dengan kriteria tertentu,” tuturnya.

Penghargaan tersebut didapat setelah PR Indonesia bekerja sama dengan media monitoring Indonesia Indicators. Kedua lembaga ini mengumpulkan data sepanjang 1 Januari-30 September 2018 untuk mencari sosok pemimpin yang paling banyak mendapat pemberitaan positif di 17 media cetak nasional. [ONI]

RM Video