Penilaian DPR & DPD

Inflasi Terkendali Karena Kerja Sektor Pertanian Oke

Wakil Ketua Komite II DPD Parlindungan Purba (sumber Foto; Elshinta.com)

Rakyat-Merdeka.co.id -
Kinerja pemerintahan Jokowi-JK dalam mengendalikan inflasi cukup oke. Setiap tahun, angka inflasi selalu terjaga dengan baik. Keberhasilan ini disebut tidak lepas dari kerja keras Kementerian Pertanian (Kementan) dalam memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.

Di pemerintahan sebelumnya, harga pangan memang selalu menjadi biang kerok yang merusak usaha pengendalian inflasi. Di setiap perayaan hari-hari besar keagamaan, bahan pangan pokok tiba-tiba langka. Harganya pun melonjak. Akibatnya, inflasi naik. Kini, hal tersebut tidak terjadi lagi.

“Harga pangan itu biasanya selalu meningkat setiap hari-hari raya. Tapi, pengalaman 2-3 tahun ini (inflasi), setiap hari raya bisa dikendalikan dengan baik,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPR Daniel Djohan, kemarin. Selama tiga tahun terakhir, kata Daniel, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mampu memastikan dan menjamin kebutuhan masyarakat atas pangan. “Suplai selalu cukup. Produksi (pangan) yang direncanakan Pemerintah juga selalu berhasil,” tambah politisi muda PKB ini. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian memberikan andil besar terhadap kemampuan Pemerintah mengendalikan inflasi. Di 2008, inflasi kelompok pengeluaran bahan makanan mencapai 16,38 persen. Di 2017, angkanya turun drastis menjadi 1,26 persen.

Penurunan ini merupakan yang paling signifikan dibandingkan inflasi komponen pengeluaran lainnya. “Penurunan mencapai minus 15,06 persen dibandingkan inflasi komponen pengeluaran lainnya,” kata Amran Sulaiman, kemarin. Amran amat senang dengan hasil ini. Sebab, kontribusi sektor pertanian pada pertumbuhan ekonomi semakin besar. “Selain berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, menambah devisa, peningkatan pendapatan petani, juga menurunkan kemiskinan dan menstabilkan inflasi,” sambung Amran.

Wakil Ketua Komite II DPD Parlindungan Purba ikut memuji Amran. Kata dia, keberhasilan Pemerintah mengendalikan inflasi tidak lepas dari berbagai terobosan yang dilakukan Amran dari hulu hingga hilir pertanian. Hasilnya, produksi sejumlah komoditas seperti beras, jagung, cabe, bawang merah melimpat. Indonesia pun bisa melakukan ekspor komoditas tersebut ke berbagai negara.

“Pak Amran ini mampu memecahkan masalah. Mampu melihat secara utuh hingga akar masalahnya. Selama ini penyebab inflasi karena harga beras, cabe, bawang, daging, dan telur selalu bergejolak. Setelah ada bantuan bibit, alat mesin pertanian, program inseminasi buatan (sapi wajib bunting), itu bisa teratasi,” kata senator asal Sumatera Utara ini.
Kata Parlindungan, terobosan-terobosan Amran terbukti efektif mendongrak produksi pertanian. Terobosan tersebut antara lain penyederhanaan regulasi dengan mencabut peraturan yang bermasalah sehingga pelayanan dan perizinan.

“Hasilnya, Amran memiliki tim yang kuat. Mereka semua bisa bekerja, menerima masukan dan bukan tipe asal bapak senang. Jadi, betul-betul (Kementan) didudukkan sebagai pelayan masyarakat. Tujuannya satu, yakni swasembada dan ketahanan pangan, mengurangi impor sesuai amanat Pemerintahan Jokowi-JK. Koordinasi ke daerah juga sangat bagus,” puji Parlindungan. Di era Amran, sambungnya, infrastruktur pertanian dibangun besar-besaran. Sejak 2015, ada sekitar 3,58 juta hektar jaringan irigasi yang direhabilitasi dan dibangun, cetak sawah sebesar 247 ribu hektar, dan optimasi lahan sebesar 1,07 juta hektar.

“Yang menggembirakan, dia salah satu kementerian yang berani memberikan asuransi kepada petani. Asuransi ini bisa menjamin kegagalan panen yang dihadapi petani. Ini harus kita dukung. Saya kira ini hal yang sangat bagus sehingga orang tidak takut lagi tanamkan modal dan lahannya untuk pertanian,” pujinya lagi. [KAL]

RM Video