Setelah Pekerja Proyek Jembatan Dibunuh Di Papua

Karangan Bunga Berjejer Di Kantor PT Istaka Karya

Karangan bunga di Kantor Istaka Karya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Rakyat-Merdeka.co.id - Karangan bunga menjadi tanda duka karena 19 pekerja PT Istaka Karya tewas dibunuh kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat membangun jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Suasana duka sangat terasa saat menginjakkan kaki di Gedung Iskandarsyah, Jalan Sultan Iskandarsyah Nomor 66, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemarin. Sejumlah karangan bunga duka cita berjejer rapi. Delapan karangan bunga dari berbagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu, menarik perhatian masyarakat. Pesan yang terlihat di karangan bunga itu di antaranya, “Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Karyawan Istaka Karya di Papua”, ada juga pesan‘ Turut Berbelasungkawa yang Sedalam-dalamnya untuk Karyawan PT Istaka Karya’”.

PT Istaka Karya berkantor di lantai sembilan gedung 15 lantai itu, bercampur dengan perusahaan lainnya. Menuju lantai tersebut bisa menggunakan empat lift yang tersedia. Selama berada di dalam lift, beberapa karyawan berbincang-bincang membahas nasib para pekerja yang dibunuh di Papua itu. Pita hitam sebagai simbol duka cita tersemat di lengan kiri para karyawan yang kompak mengenakan kemeja warna putih itu.

Sesampai di lantai 9, pengunjung kembali dihadapkan dengan karangan bunga ucapan duka cita. Ukurannya cukup besar. Karangan bunga dari PT JIEP itu, diletakkan tepat di samping pintu masuk. Tulisannya, “Turut berduka cita atas meninggalnya para karyawan PT Istaka Karya di Papua”. Pintu masuk hanya dibuka sebagian.Tak jauh dari pintu masuk, terdapat meja recepsionisyang dijaga satu petugas. Petugas yang mengenakan seragam serba hitam itu, menyambut ramah setiap tamu yang datang. Setelah diutarakan maksud dan tujuan datang ke perusahaan tersebut, petugas lantas mengarahkan Rakyat Merdeka ke Corporate Secretary PT Istaka Karya sebagai pihak yang bisa berkomunikasi dengan pihak luar.

Tak lama kemudian, Corsec keluar dari dalam ruangan. Ia pun mengenakan pita hitam di lengannya. “Kami pakai pita hitam selama seminggu, sebagai tanda duka cita kepada pekerja yang meninggal,” ujar Corporate Secretary PT Istaka Karya, Yudi Kristanto, kemarin. Yudi menambahkan, pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. “Karyawan yang bekerja dalam proyek jembatan tersebut jumlahnya 28 orang,” ucap Yudi di kantor yang tampak sederhana itu.

Tidak tampak barang mewah di kantor ini. Ruang tamu menyatu dengan ruang lobby yang cukup sempit. Isinya hanya dua kursi kecil dan meja sederhana. Tak ketinggalan, terdapat nama perusahaan cukup besar “Istaka” di ruang Lobby.

“Kami sudah mendengar ada karyawan yang meninggal sejak Senin lalu, dari Polda Papua, tapi jumlahnya masih simpang siur,” ucap Yudi. Walaupun dalam suasana duka, Yudi memastikan, saat ini seluruh karyawan tetap masuk kantor seperti biasa. Tapi, fokusnya berkoordinasi untuk memastikan proses evakuasi rekan-rekan mereka di Papua itu.

“Kami sedang menginventarisir korban. Sementara ini, kegiatan untuk menyelesaikan itu,” tuturnya. Ia menambahkan, Direktur Operasi PT Istaka Karya Widi Suharyanto dan Kepala Divisi Yudi Prioyono telah berada di Yigi, Papua sejak Senin (3/12). “Keberadaan mereka di sana untuk berkoordinasi dengan petugas kepolisian dan pihak terkait lainnya,” jelas Yudi.

Menurut Yudi. karyawan PT Istaka Karya yang meninggal dalam insiden tersebut merupakan pekerja lapangan dan penanggung jawab lapangan. [TIF]

RM Video