Rumah Dinas Hakim Yang Kena OTT

Pagar Rumah Digembok, Kunci Mobil Dibawa Penyidik KPK

(Foto: Istimewa)

Rakyat-Merdeka.co.id - Dua hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, satu panitera pengganti PN Jakarta Timur, serta beberapa pihak dari kalangan swasta, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Dua hakim yang terjaring yakni, Iswahyu Widodo dan Irwan. Hakim Iswahyu ditangkapdi kamar kosnya di Jakarta Selatan. Sedangkan Hakim Irwan, ditangkap di rumah  dinasnya, Kompleks Kehakiman, Gang Rini Nomor C7, RT 6, RW 2, Kelurahan Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kemarin, Rakyat Merdeka menyambangi rumah dinas (rumdin) yang ditempati Hakim Irwan. Rumah dinas tersebut tak jauh dari tempatnya bekerja, PN Jakarta Selatan. Bahkan, bila dilihat dari aplikasi pengukur jarak, letaknya kurang dari satu kilometer (Km).

Perumahan itu memang tidak terletak persis di sisi Jalan Ampera Raya, lokasi PN Jakarta Selatan berada. Dari jalan besar, mesti masuk sekitar 200 meter menuju ke dalam hingga sampai di perumahan itu. Sampai di situ, tak sulit menemukan rumah tempat Irwan diamankan. Perumahan ini terbilang tak begitu besar seperti perumahan institusi negara pada umumnya. Dilihat dari plang di depannya, jumlah rumah di perumahan itu hanya belasan. “KOMPLEK KEHAKIMAN NO. C1 s/d C12”. Begitu tulisan di plang depan perumahan, lengkap dengan alamatnya.

Rumah tempat Irwan terjaring OTT, No. C7, berada di bagian pojok sebelah kanan. Rumahnya didominasi cat putih dengan pagar berwarna hijau. Luasnya sama seperti rumah-rumah lain di perumahan itu. Lebar bagian depan sekitar 10 meter. Hari itu, suasana rumah sepi. Lampu teras rumah tersebut menyala, meski hari masih siang. Pun demikian dengan lampu di bagian dalam. Sebuah mobil diparkir di teras yang juga dijadikan garasi rumah itu. Meski gerbang tak dikunci gembok, tak ada jawaban saat gerbang itu diketuk beberapa kali.

Lingkungan di sekitar perumahan itu juga sepi. Tak banyak aktivitas warga sekitar yang dilakukan di luar rumah. Padahal, perumahan itu bisa dibilang berada di wilayah permukiman yang cukup padat. Jarak antar rumah cukup dekat. Samun, petugas Kompleks Kehakiman menuturkan, pihak KPK menggeledah kediaman Irwan pada Rabu (28/11). Dalam penggeledahan tersebut, Samun diminta untuk menjadi saksi bersama Ketua RT  etempat.Namun, Samun mengaku tidakmengingat secara detail proses penggeledahan tersebut. “Tapi, saya lihat petugas KPK mengamankan kunci rumah dan kunci mobil Pak Irwan,” ucap Samun.

Samun juga menuturkan, usai penggeledahan, pihak KPK langsung menggembok pagar rumah dinas Irwan yang berwarna hijau itu. “Digembok sampai sekarang,” imbuh Samun. Pada malam ketika Irwan ditangkap, Samun menuturkan, petugas KPK memasang segel di rumah tersebut. Namun, keesokan harinya, segel tersebut dilepas untuk melangsungkan proses penggeledahan dan tidak dipasang kembali. Samun menuturkan, dirinya hendak mengunci portal ketika Irwan diamankan petugas KPK. “Malam itu saya mau kunci portal jalan seperti biasa. Tidak tahunya di depan rumah Pak Irwan ramai petugas KPK,” terangnya.Di mata Samun, Irwan merupakan sosok yang biasa saja. Sama seperti hakim lainnya yang tinggal di Komplek Kehakiman Blok Rini. Dia juga tak pernah melihat Irwan punya masalah atau hal yang lainnya dengan warga sekitar. “Orangnya tidak kelihatan macam-macam gitu,” katanya. [PYB]

RM Video