Anda Masih Mau Nekat Naik Lion?

Pesawat Lion Air, dikabarkan lesu usai insiden JT610. (Foto: Istimewa)

Rakyat-Merdeka.co.id - Usai insiden jatuhnya JT610, bisnis penerbangan Lion Air dikabarkan lesu. Jumlah penumpang menurun signifikan. Warganet menilai wajar. Bahkan, ada yang berkelakar: nekat saja kalau sekarang masih berani naik Lion.

Sejak jatuhnya JT610, Lion bukannya berbenah, malah muncul insiden-insiden lain yang tambah burem. Insiden teranyar terjadi Rabu (7/11) lalu. Pesawat Lion Air JT633 tujuan Bengkulu-Jakarta batal terbang, karena sayapnya menabrak tiang listrik di Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu. 

Ujung pesawat sebelah kiri robek cukup parah. Akibat insiden ini, pesawat terlambat terbang dari jadwal semula pukul 18.20 WIB. Penumpang baru diberangkatkan menuju Jakarta, pada pukul 22.48 WIB, dengan pesawat dan kru yang berbeda.

Pelaksana Tugas Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Pramintohadi Sukarno mengatakan, akibat insiden itu pilot dan pesawat Lion Air JT 633 telah di-grounded. Inspektur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara dan Inspektur Bandara dan Inspektur Navigasi Penerbangan akan melakukan investigasi, untuk mengetahui penyebab kejadian dan langkah tindak lanjut yang tepat.

Waketum Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan Indonesia (Astindo) Rudiana menyebut, ada penurunan penjualan tiket Lion setelah insiden jatuhnya pesawat Lion Air JT610. Penurunannya sekitar 5-6 persen. Menurutnya, penurunan penjualan itu bukan dikarenakan insiden JT610. Tapi, lebih dikarenakan industri penerbangan saat ini sedang berada dalam periode low season. “Ada sedikit penurunan, tapi kita nggak bilang karena ini (kecelakaan pesawat PK-LQP). Karena ini lagi low season," kata Rudiana.

Selain itu, pangsa pasar dan banyaknya rute yang dilayani Lion Air membuat penurunan penjualan tiket tidak besar. "Siapa penerbangan yang paling banyak frekuensinya, untuk kategori domestik? Dia (Lion Air) kan? 6 penerbangan sehari, 7 penerbangan dia kan? Kalau Anda tanya berapa penurunannya kecil sekali," ungkapnya.

Dampak penurunan itu terlihat dari beberapa video yang diunggah netizen ke media sosial. Seperti video yang diunggah Tommy Andreas, di akun Facebook miliknya. Terlihat penumpang pesawat Lion Air rute Medan-Jakarta hanya 5 orang. Tommy membuat video saat pesawat mengangkasa. Kamera HP miliknya kemudian disapukan berputar. Menyorot kursi di bagian depan, jendela dan jejeran kursi di bagian belakang. 

Di bagian depan, kursi penumpang kosong melompong. Sementara di bagian belakang, hanya ada beberapa orang. Dia kemudian bercerita, pesawat tetap terbang meski penumbangnya hanya beberapa. “Yah beginilah usahawan. Men-carter pesawat Lion ke Jakarta,” kata dia.

Video ini kemudian diunggah lagi oleh akun Lotus Shunda ke Youtube Rabu lalu. Sampai tadi malam, video ini sudah ditonton oleh 5.160 kali dengan 22 komentar. Komentarnya beragam. Ada yang lucu, ada juga yang mencemaskan Lion. “Besok naik Lion ah biar dikira pesawat pribadi,” ujar Wulan Pristian. “Waduh bisa bangkrut perusahaan kalau gini,” timpal Yuli Palantia.  

Pemilik akun Aldy Nugraha mengatakan, biaya untuk membeli avtur yang digunakan tak sebanding dengan penumpangnya. “Rugi besar. Padahal setelah insiden (JT610) pastinya kesehatan pesawat diaudit lagi,” ucapnya.

Pemilik akun Jekson Situmorang juga bikin video serupa. Video diunggah pada 4 November lalu. Judulnya, “Sekarang Naik Pesawat Lion Group Sepi Penumpang”.  Dalam video itu, Jeksen tak menyebut asal bandaranya. Tapi tujuannya adalah Bandar Lampung. Menumpang Wings Air. Dari pantauannya, penumpang pesawat itu sekitar 5 orang. Sampai tadi malam, video itu sudah dilihat oleh 1.477 pengguna dan 19 komentator. Akun Muhammad Rusdiyana menilai sepinya penumpang karena orang tak mau nekat naik Lion. “Ya, begitulah efeknya. Sedih juga ya. Beraga kerugian yang didapat,” ujar Chyntia Tarihoran.           

Juru bicara Lion Air Danang Mandala Prihantoro enggan menanggapi kabar penurunan penumpang Lion Air. Begitu juga saat diminta tanggapan terkait sejumlah vlog yang menceritakan pesawat Lion yang sepi penumpang. Dia bilang, ada penurunan atau tidak, tentu harus dicek dulu. Begitu juga apakah akan mempengaruhi lapak Lion atau tidak, harus dihitung dulu. “Saya cek dulu,” kata Danang.

Sementara itu, Airport Manager Lion Air Maulan Nursyamsu pernah menepis kabar yang menyebut terjadi penurunan jumlah penumpang setelah insiden JT 610. “Penerbangan kita tetap normal karena jumlah penumpang sama seperti biasa, tidak ada penurunan yang signifikan," kata Maulan, di Pangkalpinang, Kamis (8/11) lalu.

Maulan kemudian mencontohkan, rute penerbangan Pangkalpinang-Jakarta masih 6 kali sehari. Tarif tiket masih sama. Maulan juga menyebutkan, di hari keempat setelah kecelakaan Lion Air JT610, tidak ada dampak buruk untuk jadwal penerbangan. "Tidak ada penumpang yang langsung melakukan cancel penerbangan. Hanya ada satu dua orang saja yang membatalkan diri karena memang ada kesibukan," ujarnya. [BCG]

RM Video