Dilantik Jadi Bos SKK Migas Baru

Dwi Soetjipto Diingatkan Bersih-bersih Belum Kelar

Menteri ESD M Ignasius Jonan (kanan) memberikan ucapan selamat kepada Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) baru Dwi Soetjipto (kiri) seusai pelantikan di Gedung Kementerian ESD M Jakarta, kemarin. Dwi menggantikan Amien Sunaryadi yang memasuki masa pensiun. (Foto: Humas Kementrian ESDM)

Rakyat-Merdeka.co.id - Karier Dwi Soetjipto berkilau lagi. Mantan Direktur Utama Pertamina tersebut, dilantik menjadi Kepala SKK Migas. Lelaki kelahiran Surabaya itu diharapkan meneruskan program “bersih-bersih” Amien Sunaryadi yang belum selesai dilakukan.

Pelantikan Dwi dilakukan, kemarin, di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta. Sekitar Pukul 12.40 WIB. Dwi dilantik  menggunakan setelah jas berwarna hitam dengan peci juga berwarna hitam. Pelantikan dilakukan langsung oleh Menteri ESDM, Ignasius Jonan. Hadir pada acara ini pejabat BUMN di sektor migas antara lain  Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Direktur Utama PLN Sofyan Basir, Direktur Utama Saka Energi Indonesia Tumbur Parlindungan, Direktur Utama Antam Arie Prabowo, dan  Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu.

Terpilihnya Dwi tidak terlalu mengagetkan. Sebab nama mantan Direktur Utama, Semen Indonesia itu sudah santer di kalangan pekerja media beberapa hari belakangan ini.  "Keputusan Presiden 57/2018 tentang pemberhentian Kepala SKK, Presiden RI menimbang mengingat dan seterusnya, memutuskan memberhentikan dengan hormat Amien Sunaryadi sebagai Kepala SKK disertai ucapan terima kasih. Kedua mengangkat saudara Dwi Sutjipto sebagai Kepala SKK," ungkap Jonan membacakan surat keputusan pemberhentian dan pengangkatan Kepala SKK Migas.

Jonan menyampaikan beberapa pesan kepada Dwi. Antara lain, Jonan meminta, Dwi  melanjutkan capaian positif yang sudah dilakukan Amien Sunaryadi. Terus berupaya melakukan peningkatan cadangan minyak nasional melalui kegiatan eksplorasi. Terutama mengeksplorasi wilayah kerja (WK) terminasi yang komitmen kerja pastinya sampai saat ini sudah tercatat 2 miliar dolar AS sampai 10 tahun ke depan.

"Ada WK terminasi yang akan jatuh tempo, tolong bantu Ditjen Migas lakukan lelang terbuka untuk WK eksplorasi. Kontraknya sudah diubah jadi gross split, konsepnya sama seperti tax royalty di AS. Jadi tolong yang masih cost recovery tersisa biayanya diatur,” pintanya.
 Selanjutnya 

RM Video