Dituduh Seolah-olah Terima Aliran Century

SBY: Saya Nahan Emosi 10 Tahun

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Twitter @PDemokrat)

Rakyat-Merdeka.co.id - Presiden RI ke-6 SBY kembali menunjukkan sikap jiwa besarnya. Sekalipun dituduh seolah-olah menerima aliran bailout Bank Century, Ketum Partai Demokrat itu menjawabnya dengan kesabaran. Ia mengaku menahan emosi sampai 10 tahun menghadapi tuduhan ini.

“Saya menahan emosi saya karena selama hampir 10 tahun ini,  saya pribadi dan keluarga saya, juga Partai Demokrat terus dituduh, dicurigai. Bahkan difitnah, seolah-olah ada kejahatan yang kami lakukan, seolah-olah menerima aliran dana dari Bank Century. 10 tahun, saya, keluarga. dan Demokrat menahan segala perasaan itu," ujar SBY saat berpidato di acara pembekalan caleg DPR Partai Demokrat di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (11/11).

Kesabaran SBY ini akhirnya terbayar ketika media asing, Asia Sentinel, meminta maaf karena terbukti salah saat mewartakan dirinya terlibat kasus bailout Century Rp6,7 triliun. Dia bersyukur fakta sebenarnya telah terungkap. Dia membantah terlibat dalam kasus ini. "Alhamdulillah Ya Allah Ya Tuhan hari ini, saya mendapatkan kesempatan sejarah untuk menyampaikan tentang fakta dan kebenaran, mengenai kasus Bank Century, terutama yang dikaitkan kepada SBY dan Demokrat. Yang sebenarnya juga kasus Hambalang yang juga dikait-kaitkan dengan SBY dan Partai Demokrat. Yang sesungguhnya, Ya Allah, harus kami sampaikan semua itu adalah fitnah belaka. Saya pertanggung jawabkan ucapan saya ini dunia akhirat," tegasnya.

Selain Century, kasus yang sering disematkan kepada SBY itu adalah soal terhentinya megaproyek Hambalang. SBY mengatakan proyek itu terhenti karena ada masalah hukum. Menurut dia, masalah tersebut sudah selesai, sehingga kewenangan untuk melanjutkan atau tidaknya proyek tersebut berada di tangan Presiden Joko Widodo. “Kalau proyek Hambalang itu terhenti, memang waktu itu ada masalah hukum. Tetapi saya mendengar dari penegak hukum, masalah itu sudah selesai. Jadi, tidak dilanjutkan pembangunan Hambalang. Itu tentu menjadi hak kewenangannya pemerintahan Presiden Jokowi. Tapi jangan dikaitkan dengan Partai Demokrat dan SBY,” katanya.

Atas penjelasan dan terungkapnya fakta atas tudingan miring tentang dirinya, SBY berharap baik soal Century maupun Hambalang, tidak terus digoreng atas dirinya. Soal proyek mangkrak, itu merupakan hak presiden saat ini, apakah akan dilanjutkan atau tidak. "Kita dulu juga melanjutkan proyek-proyek dari pemerintah sebelumnya, termasuk yang terhenti karena satu dan dua alasan," ungkapnya.

Sebelumnya, di acara yang sama, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengungkapkan hasil investigasi internal partai terhadap pemberitaan Asia Sentinel, media asal Hongkong. Media ini, sempat menulis soal kasus Bank Century, yang menyeret nama SBY dengan tulisan berjudul "Indonesia's SBY Government: 'Vast Criminal Conspiracy". Tulisan itu dibuat langsung Pemimpin Redaksi Asia Sentinel, John Berthelsen.

Hinca mengatakan, investigasi dilakukan di tiga negara, yaitu Hongkong, Amerika Serikat, dan Mauritius. Hinca mengemukakan, gugatan sengketa perdata yang menjadi basis dari artikel tersebut sama sekali tidak menyebutkan nama SBY dan Partai Demokrat seperti yang dituduhkan. Gugatan perdata tersebut antara  lain Weston International Capital Limited versus J Trust, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan pihak lainnya. Karena itu, Hinca menegaskan bahwa pemberitaan tersebut adalah fitnah. "Pemberitaan Asia Sentinel yang merujuk gugatan sengketa perdata murni ini dengan menyebut Presiden SBY dan Partai Demokrat terlibat kejahatan korupsi adalah fitnah," tegasnya.

Asia Sentinel sendiri telah meminta maaf kepada SBY dan Partai Demokrat, atas pemberitaan yang dimuat. Permintaan maaf Asia Sentinel itu dimuat di kolom artikel laman media tersebut pada edisi 19 September 2018. Judulnya, "Apology to President Yudhoyono and the Democrat Party of Indonesia". [BSH]

RM Video