Air Bersih Di Daerah Bencana Dijamin

Menteri ESDM Ignasius Jonan saat meninjau fasilitas pengolahan air siap minum di Masjid Agung Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (19/10).

Pascabencana gempa bumi dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah, ketersediaan air bersih menjadi salah satu perhatian utama Kementerian ESDM. Sehari setelah bencana terjadi, Tim Tanggap Darurat (TTD) Badan Geologi telah berada di lokasi untuk melakukan pemboran sumur dangkal untuk ketersediaan sarana air bersih di lokasi-lokasi prioritas, seperti pengungsian, rumah sakit dan kantor pemerintah yang menjadi tempat pengungsian. 

Selain membangun sarana air bersih yang baru, Badan Geologi juga mengaktifkan kembali empat unit sumur bor yang sebelumnya telah dibangun oleh Badan Geologi, namun mengalami kerusakan akibat gempa. Sektor ESDM juga mengirimkan 3 unit water treatment untuk mendukung kebutuhan air layak minum dan air bersih di lokasi pengungsian dikirimkan ke lokasi bencana. Water treatment ini ditempatkan di 3 lokasi posko pengungsian. Pertama di Posko Pengungsi Masjid Agung Palu. Yang kedua, di Posko Pengungsi pesantren Majelis Dzikir Habib Sholeh Jalan Kabonena Palu. Ketiga, di Posko Pengungsi ­ Rumah Sakit Lapangan Bundaran Biromaru, Sigi. Masing-masing unit ini dapat menghasilkan 3.000 liter air layak minum dan 12.000 liter air bersih per hari, yang diolah dari sumber air ledeng, air sumur air sungai, termasuk jenis air payau.

Saat melakukan peninjauan kembali untuk memastikan kemajuan pemulihan pascagempa, Jonan berkesempatan mengunjungi Posko Pengungsi Masjid Agung Palu. Tanpa ragu, Jonan mengambil segelas air hasil pengolahan dan langsung meminumnya. “Mengenai instalasi air, kami di Badan Geologi membantu pembuatan sumur bor untuk darurat, sumur bor dangkal sekitar 30-40 meter. Itu untuk melayani kebutuhan air bersih bagi para pengungsi. Kita coba buat paling efisien. Kami juga usahakan ada instalasi penyulingan air, atau instalasi untuk membuat air menjadi paling tidak siap masak atau kalau bisa siap minum. Air bersih akan jalan terus sampai hunian sementara terbangun. Mungkin dalam 2-3 minggu ke depan, ya sampai akhir bulan,” terang Jonan, Jumat (19/10) lalu.

Sebagaimana diketahui, Kementerian ESDM fokus kepada pemanfaatan anggaran yang kegunaannya dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satunya adalah pembangunan sumur bor air tanah. Hingga kuartal ketiga tahun 2018, Kementerian ESDM Sumur bor air tanahmelalui Badan Geologi, telah membangun sumur bor air tanah di 2.074 titik di seluruh Indonesia, yang diperuntukkan bagi 5,97 juta jiwa yang hidup di daerah sulit air. Di tahun 2018, sebanyak 550 titik sumur bor akan dibangun di 27 provinsi. Jumlah ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2017, yang berjumlah 237 titik di 27 provinsi.■

RM Video