Tembaki Helikopter TNI, Teroris Papua Ngeledek

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (tengah) didampingi Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto (kiri) dan KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa, dalam konferensi pers di Bandara Moses Kilangin Timika, Papua, Kamis (6/12). (Foto: Twitter @Puspen_TNI

Rakyat-Merdeka.co.id - Teroris Papua seperti tengah ngeledek pemerintah. Usai membunuh 19 pekerja Trans Papua di Kabupaten Nduga, para teroris ini masih sempet-sempetnya menembaki helikopter TNI, yang mengevakuasi jenazah Serda Handoko, yang tewas ditembak di hari yang sama dengan para pekerja. Penembakan helikopter ini terjadi Rabu (5/12).

Ceritanya, sekitar pukul 10 WIT, 3 unit helikopter TNI berangkat dari Kabupaten Mimika ke Puncak Kabo, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga yang merupakan lokasi pembantaian pegawai Istaka Karya yang mengerjakan proyek Trans Papua. Nah, saat berada di Puncak Kabo, helikopter mendapat tembakan dari arah puncak. Helikopter lantas membalas tembakan ini.

Menurut Kapolda Papua Irjen Martuani Sormin Siregar, satu helikopter jenis Bell terkena tembakan di baling-baling. Meski begitu, evakuasi jenazah berjalan sukses. Jenazah Serda Handoko tiba di Timika, Rabu (5/12) siang.

Sekadar info, Serda Handoko adalah prajurit yang bertugas di Pos TNI Mbua. Dia gugur saat pos tempatnya berjaga diserang kelompok separatis, Senin (3/12). Posnya diserang karena menjadi tempat persembunyian 4 karyawan PT Istaka Karya, yang berhasil melarikan diri dari Kali Yigi, Distrik Yigi, tempat pembantaian pekerja Trans Papua.

Kamis (6/12), Wapres JK sudah memerintahkan TNI-Polri menggelar operasi besar-besaran untuk menghadapi para teroris ini. "Supaya jangan dituduh kita yang melanggar HAM, padahal yang melanggar HAM itu siapa? Mereka (pelaku) kan yang melanggar HAM. Oleh karena itu, maka untuk kasus ini, polisi dan TNI harus operasi besar-besaran," kata JK di Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Sumatera Barat.

Menurutnya, kasus ini menunjukkan bahwa yang melakukan pelanggaran HAM adalah separatis Papua. Bukan tentara atau polisi seperti yang dituduhkan. Sebelumnya, Presiden Jokowi juga menginstruksikan TNI-Polri, untuk mengejar kelompok kriminal bersenjata. Sementara, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berjanji akan menangkap para pelaku.

"TNI-Polri tegas, apa yang dilakukan ini bukan kriminal biasa," kata Hadi dalam jumpa pers di Bandara Moses Kilangin Timika, Mimika, Papua, Kamis (6/12). Marsekal Hadi hadir di Timika untuk melepas jenazah Serda Handoko. Panglima TNI didampingi Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto, KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa, serta sejumlah perwira tinggi TNI-Polri lainnya.

Hadi mengatakan, TNI-Polri akan bergerak cepat melakukan penanganan. Tim gabungan sudah dibentuk, untuk mengungkap kasus ini dan memburu para pelaku. Hadi menjelaskan, polisi sudah melaksanakan olah TKP dan mengumpulkan bukti-bukti. Dari olah TKP, diketahui apa yang dilakukan para teroris adalah perbuatan yang sangat keji.

"Harapannya, masyarakat akan tenang apabila kelompok-kelompok kriminal bersenjata ini segera kita tangkap dan kita adili sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia," jelas Hadi. [BCG]

RM Video