Gawat, Bali Diserang Virus Radang Otak?

Menkes Nila F. Moeloek (Foto: Twitter @KemenkesRI

Rakyat-Merdeka.co.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah mengecek kebenaran virus radang otak atau Japanese Encephalitis (JE) di Bali. Virus ini paling banyak berkembang di hewan babi. Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek, belum bisa memastikan kebenaran penyebaran penyakit tersebut. “Kami sedang menelaah tingkat kebenaran virus tersebut. Kami minta Balai Besar Lab Kesehatan untuk segera mengecek,” katanya. 

Nila mengaku mendapat kabar dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Pandjaitan, terkait penyebaran Japanese Encephalitis di Bali. Penyebaran virus hewan ini dikhawatirkan akan mengganggu pariwisata di Indonesia. “Saya bilang sebentar Pak, kami sudah melakukan imunisasi tahun lalu. Karena katanya wisatawan bakal turun. Hal demikian ternyata sangat berkaitan dengan ekonomi,” ujar Nila.

Dijelaskan, virus Japanese Encephalitis paling banyak berkembang di hewan babi. Biasanya nyamuk memakan darah hewan itu dan virus tersebut dibawa berpindah ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk. Wilayah yang rentan terjangkit virus itu adalah daerah yang banyak memiliki populasi babi.  Sulawesi Utara, kata Nila, sudah negatif terkait virus Japanese Encephalitis. Ia menambahkan, tahun lalu, pemerintah sudah menggalakkan imunisasi untuk mencegah penyebaran virus tersebut di Bali. “Imunisasi di Bali sudah kita lakukan. Japanese Encephalitis dulu tidak masuk imunisasi dasar lengkap, karena kita ada keterbatasan. Tapi, tahun lalu sudah kita lakukan di Bali,” jelasnya.

Isu penyebaran virus Japanese Encephalitis beredar setelah pemerintah Australia mengeluarkan travel warning bagi warganya, yang ingin berpergian ke Indonesia. Dalam situs smartraveller.gov.au, pemerintah Australia menyarankan warganya agar berhati-hati terhadap virus ini. Di laman itu, tertulis semua daerah di Indonesia, yang rawan terjangkit virus Japanese Encephalitis.  Bali. Sulawesi Tengah, dan Papua masuk dalam kategori rawan tingkat rendah. Sedangkan Sulawesi Tengah dan Papua, termasuk daerah  yang rawan tingkat tinggi terjangkit virus JE. “Hindari gigitan nyamuk dan pergilah ke dokter untuk mendapatkan vaksin sebelum anda berpergian,” tulis laman itu. [DIR]

RM Video