Kurangi Kesenjangan Ekonomi

JK Dorong Anak Muda Jadi Wirausaha

Jusuf Kalla (Sumber Foto: Mata-mata Politik)

Jusuf Kalla mendorong anak muda untuk menjadi pengusaha atau profesional dibanding Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pasalnya kesempatan untuk menjadi PNS sangat kecil. Jusuf Kalla (JK) menyebutkan,peluang jadi PNS itu hanya 3-4 persen dibandingkan jumlah lulusan sarjana. Karena itu, dibutuhkan semangat untuk berwirausaha. “Kesempatan menjadi PNS sangat kecil. Sekarang ada dua pilihan menjadi profesional atau menjadi pengusaha sendiri,” kata Jusuf Kalla di Yogyakarta, kemarin.

Dikatakan, melalui wirausaha muda itulah, maka kesempatan dalam membangun ekonomi bangsa menjadi semakin lebih besar. Dan kesenjangan dapat dikurangi, serta membuka lapangan pekerjaan. Kesenjangan yang menciptakan ketidakadilan ekonomi adalah salah satu pemicu konflik dan disintegrasi bangsa. “Dari 15 konflik besar sepanjang Indonesia merdeka, 10 di antaranya diakibatkan karena ketidakadilan,” ujarnya. JK bilang, perkembangan teknologi kini telah menciptakan peluang yang luar biasa dalam kewirausahaan.

Kemampuan melihat peluang untuk dijadikan komoditas dan dapat meraih keuntungan merupakan jiwa kewirausahaan yang dibutuhkan. Bila di masa lalu, bekerja membutuhkan kantor atau tempat fisik, saat ini, yang dibutuhkan adalah tempat kerja. Semua orang dapat bekerja di mana saja. Bahkan di rumah sekalipun. JK mencontohkan, saat ini tanpa memiliki tokopun orang bisa jualan melalui internet (e-commerce), bahkan bisa menjangkau seluruh dunia. Selain itu, Gojek misalnya, meski mampu melayani pelanggan ojek terbesar di Indonesia namun tidak memiliki motor.

Karena itu, JK mendorong para pemuda untuk berani berwirausaha, guna membangun perekonomian bangsa, mengatasi kesenjangan dan menjadikan perekonomian yang lebih berkeadilan. Sebelumnya, JK menegaskan jiwa nasionalisme merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh semua PNS, karena PNS merupakan salah satu alat pemersatu bangsa. Aparatur sipil negara harus bisa ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia. Tidak hanya untuk pemerataan pegawai dan karier, tetapi juga sebagai pemersatu bangsa.

Apabila PNS di suatu daerah hanya diisi pegawai dari daerah tersebut, maka akan menjadi terkotak-kotak dan dampaknya tidak baik untuk jangka panjang. “ASN harus mempunyai pandangan nasional,” kata JK. Hal ini perlu menjadi perhatian, karena menurutnya, banyaknya kekhawatiran di daerah apabila kepemimpinan daerah berganti.

Wapres mengingatkan perlunya sertifikasi bagi para Kepala Dinas, sehingga dapat menjadi benteng karier mereka ke depan. Tidak hanya bagi pejabat Eselon 1 dan 2, Wapres juga menekankan pentingnya bagi seluruh ASN untuk dapat ditempatkan di mana saja di seluruh Indonesia. [DIR]
 

RM Video