Soal Film Ahok: Basuri Terharu, Fifi Letty Kesal

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (kiri), diperankan oleh Daniel Mananta (kanan) / (Foto: IG @filmahok)

Rakyat-Merdeka.co.id - Film tentang kisah inspiratif Basuki Tjahaja Purnama yang bertajuk  "A Man Called Ahok", resmi diputar di seluruh bioskop Indonesia mulai hari ini. Film yang berasal dari catatan Rudi Valinka dan disutradarai oleh Putrama Tuta ini, mendapat pujian dari berbagai kalangan. Film yang  berkisah tentang masa kecil Ahok dan hubungan dengan keluarganya ini, sarat dengan nilai-nilai kehidupan. Pesan bahwa hidup penuh perjuangan, tersampaikan dengan jelas di film ini.

Basuri Tjahaja Purnama, salah satu adik Ahok, mengaku tak kuasa menahan airmatanya saat menyaksikan premiere film tersebut. "Saya jadi seperti rewind (memutar kembali, red) kehidupan masa kecil saya. Tentang kondisi keluarga. Jujur, saya nggak tahan nonton filmnya. Mungkin, berat badan saya menurun sedikit gara-gara kebanyakan airmata. Mudah-mudahan, muka saya nggak terlalu bengkak,'' papar Basuri dalam akun instagram @basukibtp. 

Berbeda dengan Basuri, Fifi Letty Tjahaja Purnama, adik yang juga pengacara Ahok justru menyesalkan film tersebut. Menurutnya, tokoh yang dianggap penting dalam film tersebut hanyalah Ahok. Tokoh lainnya, seperti sang ayah Tjung Kim Nam, diabaikan. Pakaian, gaya, dan sisiran rambut sang ayah jauh berbeda dengan sebenarnya.

Hal ini diungkapkan Fifi dalam akun instagramnya, @fifiletytjahajapurnama. "..seandainya saja mereka tidak shooting duluan, tetapi kasih kita transkrip diskusi research dan minta foto-foto kita sebelum shooting (contoh film anak Hoki, walaupun cuma inspired by Ahok, mereka kasih transkrip dulu. Di-approved dulu, baru shooting). Coba mereka serius tentang tokoh Papa juga. Kan saya bisa mengenang Papa saya dengan memories dan juga karakter papa dan mama paling tidak mendekati seperti @vjdaniel dan @basukibtp..." begitu tulis Fifi. 

Dalam kutipan lain di instagramnya, Fifi menjelaskan dirinya sudah minta berkali-kali agar gambaran sang papa disesuaikan. Namun, upaya tersebut tak terwujud karena transkrip baru diperlihatkan setelah shooting. "Sedih kok papa kayak gitu cara berpakaiannya. Semuanya beda. Untunglah, semua bagian-bagian bohong tidak sesuai aslinya. Sudah di-cut. Itu pun setelah koko Ahok sendiri yang minta. Baru mereka mau cut bagian-bagian tersebut. Akhirnya, keluarga terpaksa terima tidak sesuai dengan true story, asal ada foto-foto kami dimasukkan dalam film tersebut. Saya tidak tega nonton gambaran tentang papa saya dengan gaya yang bukan papa saya. Buat yang mau nonton, silakan saja ambil positipnya aja kayak koko Yuyu (Basuri),'' ungkapnya. 

Ketimbang menyoroti kehidupan politik Ahok yang penuh warna, film ini mengangkat kisah humanis seorang Basuki Tjahaja Purnama, yang diperankan oleh Daniel Mananta. Terutama, hubungan dengan kedua orangtuanya.  Ahok yang dibesarkan dengan kondisi ekonomi berkecukupan, hidupnya tak pernah kurang. Ayahnya, Tjung Kim Nam,  adalah seorang pebisnis tambang di daerah Belitung. Meski ,bekerja keras untuk memberikan nafkah yang cukup bagi keluarga, ayah Ahok yang diperankan oleh bintang Malaysia Chew Kin Wah, memiliki hubungan yang dekat dengan seluruh anggota keluarga. Beragam nasehat kehidupan, selalu ia berikan untuk anak-anaknya.  

Terutama, pada masa '70-an hingga '80-an, saat Kim Nam merasakan situasi rumit dalam mengelola bisnis tambang karena praktek korupsi yang merajalela. Hal itu rupanya turut dirasakan pula oleh Ahok. Sehingga, ia pun memilih menancapkan kakinya dengan memberikan pengaruh yang luar biasa. Ahok terlibat dalam aktivitas politik. Ahok tak ingin menuruti sang ayah, yang menginginkannya menjadi dokter. Itulah salah satu kisah yang membentuk kepribadian Ahok. Dari sinilah, sepak terjang Ahok untuk membawa perubahan diperhitungkan. Ia berjuang untuk membuktikan yang menurutnya benar. [HES]

RM Video